MITOS KOLAM SUCI SEBAGAI UPAYA MENJAGA KELESTARIAN EKOSISTEM DAN SUMBER DAYA AIR DI PATIRTHAN CANDI PENATARAN NGLEGOK BLITAR
Keywords:
mitos kolam suci, Patirthan Candi Penataran, konservasi air, ekologi budaya, Traditional Ecological Knowledge.Abstract
Penelitian ini mengkaji peran mitos kolam suci dalam menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya air di Patirthan Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan perspektif ekologi budaya, Traditional Ecological Knowledge (TEK), ecological taboo, dan Social-Ecological System (SES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos mengenai kesucian air patirthan masih berfungsi sebagai mekanisme sosial yang membentuk penghormatan terhadap sumber air, memperkuat larangan adat, dan mendorong perilaku konservatif terhadap kawasan. Namun, fungsi konservatif tersebut menghadapi tekanan akibat berkembangnya wisata, menurunnya partisipasi komunitas lokal, dan bergesernya makna kesakralan di kalangan generasi muda. Temuan ini menunjukkan bahwa mitos kolam suci tidak sekadar kepercayaan tradisional, melainkan institusi budaya yang berkontribusi pada resiliensi sosio-ekologis kawasan. Integrasi antara kearifan lokal dan pendekatan konservasi modern menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air Patirthan Candi Penataran di tengah tekanan modernitas.











