PEMIKIRAN ABID AL-JABIRI
Keywords:
Muhammad 'Abid al-Jabiri, rekonstruksi tafsir, epistemologi Islam, nalar Arab, Al-Qur'an.Abstract
Abstrak
Penelitian ini membahas pemikiran Muhammad 'Abid al-Jabiri dalam merekonstruksi metode penafsiran Al-Qur'an sebagai bagian dari upaya pembaruan pemikiran Islam kontemporer. Al-Jabiri menilai bahwa kemunduran dunia Islam tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh krisis epistemologis yang berakar pada cara berpikir tradisional yang kurang responsif terhadap perkembangan zaman. Melalui kritik terhadap struktur nalar Arab, ia mengembangkan konsep epistemologi yang terdiri atas tiga sistem pengetahuan, yaitu bayani, burhani, dan irfani. Dalam kajian Al-Qur'an, al-Jabiri menawarkan pendekatan tafsir yang bersifat historis, kritis, dan kontekstual. Ia menekankan pentingnya memahami Al-Qur'an berdasarkan urutan turunnya wahyu (tartib nuzuli) agar pesan-pesan Al-Qur'an dapat dipahami sesuai dengan konteks sosial dan sejarah yang melatarbelakanginya. Untuk mencapai pemahaman yang objektif, al-Jabiri mengajukan tiga langkah utama, yaitu membebaskan teks dari kepentingan ideologis, melakukan pembacaan objektif melalui pendekatan struktural dan historis, serta melakukan pembacaan berkelanjutan yang menghubungkan makna objektif teks dengan realitas kekinian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi penafsiran Al-Qur'an menurut al-Jabiri bertujuan menjadikan Al-Qur'an tetap relevan bagi setiap zaman dan tempat tanpa menghilangkan keotentikan maknanya. Dengan demikian, pemikiran al-Jabiri memberikan kontribusi penting dalam pengembangan studi Al-Qur'an yang lebih rasional, kritis, dan adaptif terhadap tantangan modernitas.











