FARID ESACK DAN PARADIGMA TAFSIR PEMBEBASAN: ANALISIS ATAS QUR'AN, LIBERATION AND PLURALISM

Authors

  • Muhammad Falihul Anam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ahmad Fikri
  • Rezwandi Rezwandi

Keywords:

Farid Esack, liberation hermeneutics, interpretation of the Qur'an, pluralism, social justice

Abstract

Paradigma tafsir pembebasan Farid Esack dalam Qur’an, Liberation and Pluralism serta kontribusinya terhadap perkembangan studi tafsir Al-Qur’an kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh munculnya pendekatan tafsir yang berupaya menghubungkan teks Al-Qur’an dengan realitas sosial, khususnya dalam konteks ketidakadilan dan penindasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan karya Qur’an, Liberation and Pluralism sebagai sumber primer dan berbagai literatur terkait sebagai sumber sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika pembebasan Farid Esack dibangun atas konsep tawḥīd, taqwā, al-mustaḍ‘afūn, al-‘adl, al-qisṭ, dan jihād yang menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber transformasi sosial dan keberpihakan kepada kelompok tertindas. Implementasi paradigma tersebut tampak dalam penafsirannya terhadap konsep al-nās dan al-mustaḍ‘afūn yang menegaskan pentingnya keadilan sosial dan solidaritas kemanusiaan lintas agama. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemikiran Esack berkontribusi dalam pengembangan hermeneutika kontekstual dan wacana pluralisme dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Meskipun demikian, pendekatannya menuai kritik karena dinilai memberikan ruang yang terlalu besar bagi konteks sosial dalam proses penafsiran. Penelitian ini menegaskan bahwa paradigma tafsir pembebasan Farid Esack merupakan salah satu kontribusi penting dalam dinamika tafsir Al-Qur’an modern yang berorientasi pada keadilan dan pembebasan manusia.

Downloads

Published

2026-06-22