TAFSIR SAINS TERHADAP FENOMENA BELALANG, KUTU, KATAK, DAN SAPI DALAM AL-QUR'AN: KAJIAN QS. AL-A'RAF [7]:133 DAN QS. YUSUF [12]:43

Authors

  • Nisfuh Universitas Islam Negeri Palangkaraya
  • Syahla Ghaziyah Salsabila Universitas Islam Negeri Palangkaraya
  • Akhmad Dasuki Universitas Islam Negeri Palangkaraya

Keywords:

tafsir sains, al-qummal, belalang, QS. Al-A'raf:133, QS. Yusuf:43, ketahanan pangan, ekologi

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena biologis dan ekologis yang terkandung dalam QS. Al-A'raf [7]:133 dan QS. Yusuf [12]:43 melalui pendekatan tafsir sains (tafsir 'ilmi). Kedua ayat tersebut menyebutkan makhluk-makhluk berupa belalang (jarad), kutu/hama kecil (qummal), katak (dhafadi'), dan sapi (baqarat) yang memiliki dimensi saintifik mendalam. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan integratif antara teks Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan modern, kajian ini menemukan bahwa keempat organisme tersebut tidak sekadar simbol azab ilahi, melainkan representasi nyata dari bencana biologis yang berdampak serius terhadap ekosistem, ketahanan pangan, dan kesehatan manusia. Penelitian ini juga mengintegrasikan data empiris tentang hama pertanian di Indonesia sebagai konteks kekinian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara implisit mengandung wawasan ekologis yang relevan untuk memahami krisis lingkungan dan ketahanan pangan kontemporer

Downloads

Published

2026-06-23