MAKNA PUASA DALAM MEMBENTUK PENGENDALIAN DIRI
The Meaning of Fasting in Shaping Self-Control
Keywords:
puasa, pengendalian diri, spiritualitas, disiplin, RamadhanAbstract
Puasa merupakan salah satu ibadah pokok dalam Islam yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang mendalam. Ibadah ini berfungsi sebagai sarana pendidikan jiwa yang melatih individu untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga perilaku, serta meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna puasa dalam membentuk dan memperkuat pengendalian diri, khususnya di tengah tantangan kehidupan modern yang ditandai dengan budaya instan, tekanan sosial, dan dominasi teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, serta pemikiran ulama klasik dan kontemporer, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa memiliki peran signifikan dalam membentuk pengendalian diri melalui latihan kesabaran, disiplin, kejujuran, dan kesadaran spiritual (muraqabah). Selain itu, puasa juga menghadapi berbagai tantangan modern yang dapat melemahkan nilai spiritualnya, seperti gaya hidup konsumtif dan distraksi digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya sadar berupa pelurusan niat, pengelolaan waktu, lingkungan sosial yang positif, serta evaluasi diri agar puasa dapat dijalankan secara optimal dan memberikan dampak nyata dalam pembentukan karakter individu.











