ANALISIS BIAYA TETAP DAN BIAYA VARIABEL TERHADAP BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI DASAR PERENCANAAN LABA PADA UMKM TELUR GULUNG UMI CABANG HERKULES BANJARBARU

Authors

  • Ahmad Fauzi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
  • Hj. Aida Vitria Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
  • Ervica Zamilah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Keywords:

Biaya Tetap, Biaya Variabel, Break Even Point (BEP), Perencanaan Laba.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya tetap, biaya variabel, serta menentukan Break Even Point (BEP) sebagai dasar perencanaan laba pada UMKM Telur Gulung UMI Cabang Herkules Banjarbaru selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan metode Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap per unit selama tahun 2021–2025 berkisar antara Rp.7.427 hingga Rp.8.535, sedangkan biaya variabel per unit berkisar antara Rp.2.372 hingga Rp.2.397. Margin kontribusi yang diperoleh relatif stabil, yaitu antara Rp.12.603 hingga Rp.12.628 per unit. Berdasarkan analisis Break Even Point (BEP), titik impas yang harus dicapai perusahaan berada pada kisaran 6.335–6.348 cup atau sebesar Rp.95.023.000–Rp.95.215.000. Selama periode penelitian, penjualan aktual berada pada kisaran 9.373–10.772 cup dengan pendapatan sebesar Rp.140.595.000–Rp.161.580.000, sehingga seluruh penjualan berada di atas titik impas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa UMKM mampu menutup seluruh biaya tetap dan biaya variabel serta memperoleh laba secara konsisten setiap tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis Break Even Point (BEP) efektif digunakan sebagai dasar perencanaan laba karena mampu memberikan informasi mengenai jumlah penjualan minimum yang harus dicapai untuk menutup seluruh biaya operasional sekaligus menjadi acuan dalam menetapkan target penjualan dan laba pada periode berikutnya.

Downloads

Published

2026-06-29