HARMONI PENCIPTAAN MANUSIA DAN ALAM SEMESTA DALAM SURAH AL-GHAFIR AYAT 64
Keywords:
Al-Qur’an, Al-Ghafir ayat 64, harmoni, manusia dan alam, etika lingkunganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep harmoni penciptaan manusia dan alam semesta dalam perspektif Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Ghafir ayat 64. Kajian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ketidakseimbangan hubungan manusia dan alam akibat eksploitasi lingkungan yang berlebihan di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui metode tafsir tematik (maudhu’i) serta pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif tafsir dengan ilmu pengetahuan modern. Sumber data utama berupa Al-Qur’an dan kitab tafsir, terutama Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, serta didukung oleh literatur ilmiah terkait kosmologi, geologi, dan biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Al-Ghafir ayat 64 mengandung konsep keseimbangan (mizan) dan keteraturan (tadbir) dalam penciptaan alam semesta, di mana bumi diciptakan sebagai tempat yang stabil bagi kehidupan dan langit sebagai sistem yang teratur. Manusia ditempatkan sebagai makhluk yang memiliki bentuk terbaik sekaligus sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Kajian ini juga menemukan adanya relevansi antara pesan Al-Qur’an dengan temuan sains modern, yang sama-sama menegaskan keteraturan dan keterhubungan sistem alam. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keislaman sebagai upaya menjaga harmoni antara manusia dan alam.











