STUDI KOMPARATIF HERMENEUTIKA WILHELM DILTHEY DAN JURGEN HABERMAS TERHADAP PEMAKNAAA HADIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MODERN
Keywords:
Hermeneutika, Wilhelm Dilthey, Jürgen Habermas, hadis, kepemimpinan perempuanAbstract
Kajian hadis tentang kepemimpinan perempuan dalam diskursus keislaman modern masih memunculkan perdebatan antara pemahaman tekstual dan kontekstual yang berdampak pada pembatasan peran perempuan dalam ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif hermeneutika Wilhelm Dilthey dan Jürgen Habermas dalam memaknai hadis kepemimpinan perempuan serta relevansinya dalam konteks modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis deskriptif-interpretatif terhadap literatur hermeneutika dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Dilthey menekankan historisitas, pengalaman hidup (Erlebnis), dan pemahaman dari dalam (Verstehen) sehingga hadis dipahami sebagai respons historis Nabi terhadap kondisi sosial-politik Persia, bukan norma universal. Sementara itu, Habermas menawarkan hermeneutika kritis yang menyoroti relasi kekuasaan dan pentingnya tindakan komunikatif dalam ruang publik untuk menghindari dominasi makna. Kesimpulannya, integrasi kedua pendekatan menghasilkan pemahaman bahwa hadis tersebut bersifat kontekstual dan tidak dapat dijadikan dasar mutlak pelarangan kepemimpinan perempuan, melainkan harus dibaca dalam kerangka historis dan kritis sesuai perubahan sosial masyarakat modern.











