ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS TERJEMAHAN GOOGLE TRANSLATE, CHATGPT, DAN DEEPL TRANSLATE TERHADAP TEKS FIKIH ARAB KLASIK : STUDI PADA KITAB FATHUL MU’IN
Keywords:
Artificial Intelligence, penerjemahan bahasa Arab, teks keagamaan ArabAbstract
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam bidang penerjemahan bahasa, termasuk penerjemahan teks keagamaan Arab yang memiliki karakteristik linguistik dan terminologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Google Translate, ChatGPT, dan DeepL Translate dalam memahami konteks teks keagamaan Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Data penelitian berupa teks Arab dari kitab Fathul Mu'in bab al-Ḥajj wa al-'Umrah yang diterjemahkan menggunakan ketiga platform AI tersebut. Data dianalisis melalui perbandingan hasil terjemahan berdasarkan aspek pemahaman terminologi keagamaan, ketepatan makna kontekstual, dan karakteristik penerjemahan masing-masing platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Translate cenderung menghasilkan terjemahan yang bersifat literal dan berorientasi pada makna leksikal, sedangkan DeepL Translate mampu menghasilkan terjemahan yang lebih natural tetapi masih mengalami keterbatasan dalam memahami istilah teknis fikih. Sementara itu, ChatGPT menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan terminologi keagamaan dan memahami konteks pembahasan sehingga menghasilkan terjemahan yang lebih sesuai dengan maksud teks sumber. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemampuan memahami konteks menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas penerjemahan teks keagamaan Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT merupakan platform yang paling unggul dalam memahami konteks teks keagamaan Arab dibandingkan Google Translate dan DeepL Translate. Meskipun demikian, hasil terjemahan berbasis AI tetap memerlukan verifikasi oleh pengguna yang memiliki kompetensi kebahasaan dan keilmuan yang memadai untuk menjamin ketepatan makna.











