KONSEP SA’ADAH DALAM ISLAM SEBAGAI KRITIK TERHADAP BUDAYA HEDONISME MODERN

Authors

  • Muhamad Syehan Awaludin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Caila Syabani UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Choirul Anam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Roni Hidayat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

sa'adah, Islam, hedonisme, kebahagiaan, budaya modern.

Abstract

Budaya hedonisme modern berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan meningkatnya penggunaan media sosial yang mendorong masyarakat menjadikan kesenangan, kemewahan, serta kepemilikan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Fenomena ini berpotensi menggeser orientasi hidup manusia dari nilai-nilai spiritual menuju kepuasan duniawi yang bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep sa'adah dalam Islam sebagai kritik terhadap budaya hedonisme modern serta menjelaskan relevansinya dalam membangun kehidupan yang seimbang. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang membahas konsep sa'adah, pemikiran para filsuf Muslim, dan fenomena hedonisme modern, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep sa'adah memandang kebahagiaan sebagai kondisi yang mencakup keseimbangan antara aspek spiritual, moral, intelektual, sosial, dan material yang berlandaskan keimanan, ilmu, amal saleh, serta akhlak mulia. Berbeda dengan hedonisme yang berorientasi pada kesenangan sesaat dan kepuasan material, sa'adah menempatkan kedekatan kepada Allah Swt. sebagai tujuan utama kehidupan sehingga mampu memberikan ketenangan batin yang berkelanjutan. Dengan demikian, konsep sa'adah memiliki relevansi sebagai kritik sekaligus solusi terhadap berkembangnya budaya hedonisme modern, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki orientasi hidup yang seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat.

Downloads

Published

2026-07-06