MEMBEDAH RUQYAH DAN HEALING SEBAGAI BENTUK IKHTIAR PENGOBATAN MEDIS DAN SPIRITUAL DALAM ISLAM
Keywords:
healing, kesehatan holistic, pengobatan medis, pengobatan spiritual, ruqyah syar'iyyahAbstract
Perkembangan konsep healing di masyarakat modern menunjukkan pergeseran makna dari proses pemulihan secara holistik menuju aktivitas rekreasi atau pelepasan stres yang bersifat sementara. Di sisi lain, ruqyah syar'iyyah sebagai bentuk pengobatan spiritual dalam Islam kembali memperoleh perhatian sebagai salah satu ikhtiar penyembuhan yang dapat berjalan berdampingan dengan pengobatan medis. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep ruqyah dan healing dalam perspektif Islam, mengkaji hubungan antara pengobatan medis dan spiritual, serta menjelaskan relevansi integrasi keduanya dalam mewujudkan kesehatan yang holistik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, serta berbagai artikel ilmiah dan literatur akademik terkini yang membahas ruqyah, healing, kesehatan spiritual, dan pelayanan kesehatan Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui pengkajian, perbandingan, dan sintesis terhadap berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruqyah syar'iyyah merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an dan hadis serta berfungsi sebagai terapi komplementer yang mendukung pengobatan medis, bukan menggantikannya. Sementara itu, konsep healing dalam Islam menekankan pemulihan fisik, mental, dan spiritual melalui penguatan iman, ibadah, zikir, doa, serta tawakal kepada Allah Swt., sehingga berbeda dengan tren healing modern yang cenderung berorientasi pada relaksasi dan hiburan sesaat. Integrasi pelayanan kesehatan medis dan spiritual terbukti relevan dalam mendukung pendekatan kesehatan holistik karena mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, kepatuhan terhadap terapi, serta ketahanan spiritual pasien. Namun demikian, praktik ruqyah dan healing perlu dilaksanakan sesuai prinsip syariat, menghindari unsur syirik, serta tidak terjebak pada komersialisasi yang mengaburkan tujuan utama penyembuhan. Dengan demikian, pengembangan pelayanan kesehatan Islam yang mengintegrasikan pendekatan medis berbasis bukti dan terapi spiritual menjadi model yang relevan dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Muslim secara komprehensif.











