PERSPEKTIF ULAMA TERHADAP SENGKETA PEMBAGIAN WARISAN ANTARA WASIAT LISAN DAN HAK AHLI WARIS DI KECAMATAN DANAU PANGGANG

Authors

  • Ida Fariatna Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah (STAI Rakha) Amuntai
  • Muhammad Alfath Akbar Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah (STAI Rakha) Amuntai

Keywords:

Wasiat Lisan, Hak Ahli Waris, Sengketa Warisan, Perspektif Ulama

Abstract

Sengketa pembagian warisan antara wasiat lisan dan hak ahli waris masih ditemukan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di Kecamatan Danau Panggang. Sengketa tersebut umumnya muncul karena perbedaan pemahaman mengenai kedudukan wasiat lisan dan hak ahli waris dalam pembagian warisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sengketa warisan antara wasiat lisan dan hak ahli waris serta mengetahui pandangan ulama di Kecamatan Danau Panggang terhadap keberlakuan wasiat lisan dan hak ahli waris dalam pembagian warisan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima orang ulama di Kecamatan Danau Panggang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa warisan antara wasiat lisan dan hak ahli waris disebabkan oleh ketidakjelasan isi wasiat lisan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap hukum waris Islam, persepsi ketidakadilan dalam pembagian warisan, konflik keluarga yang telah ada sebelumnya, serta perbedaan kepentingan antar ahli waris. Adapun pandangan ulama menunjukkan bahwa wasiat lisan dapat diakui apabila dapat dibuktikan kebenarannya dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Namun, hak ahli waris tetap lebih diutamakan karena telah ditetapkan secara jelas dalam hukum faraidh. Penyelesaian sengketa dianjurkan melalui musyawarah dengan tetap berpedoman pada ketentuan hukum Islam.

Downloads

Published

2026-09-29