ANALISIS BENCANA RAWAN LONGSOR DI KAWASAN IBU KOTA NEGARA BERDASARKAN FAKTOR TANAH, CURAH HUJAN, DAN KONDISI GEOLOGI

Authors

  • Dinda Ariani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ismail Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ghina Asnah Aulia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Abdul Malik Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Bencana, Tanah Longsor, Geologi

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi kebencanaan yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kondisi alam berupa geografis, iklim, dan geologi yang kompleks. Berdasarkan catatan kebencanaan yang dikumpulkan oleh BNPB pada periode 2005 hingga 2015 terjadi lebih dari 78% kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi dan sekitar 22% merupakan bencana geologi. Adapun lokasi penelitian yaitu berada di keseluruhan Kawasan Calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang baru. Secara admistratif termasuk kedalam batas kecamatan Sepaku kabupaten Penajam Paser Utara dan kecamatan Loa Kulu kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Indonesia memiliki potensi bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, iklim, dan geologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan longsor di kawasan calon Ibu Kota Negara (IKN), yang mencakup Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Loa Kulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan spasial dengan analisis data sekunder meliputi jenis tanah, curah hujan dari CHIRPS, dan kondisi geologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah IKN memiliki potensi longsor sedang hingga tinggi, dipengaruhi oleh keberadaan jenis tanah rawan erosi, curah hujan tinggi, dan struktur geologi aktif. Kajian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan IKN yang aman dan tangguh terhadap bencana.

Downloads

Published

2025-05-22

Most read articles by the same author(s)