GAMBARAN KONSEP DIRI PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI MASA PRA LANSIA USIA 45-60 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYON KOTA PALANGKA RAYA

Authors

  • Marni Ria Watie Akademik Betang Asi Raya Palangkaraya
  • Anggrita Sari Akademi Kebidanan Betang Asi Raya Palangkaraya
  • Dian Purnama Putri Akademi Kebidanan Betang Asi Raya Palangkaraya

Abstract

Masa pra lansia merupakan tahap transisi menuju lanjut usia yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial, yang dapat memengaruhi pembentukan konsep diri perempuan. Konsep diri yang positif diperlukan agar pra lansia mampu beradaptasi secara optimal terhadap proses penuaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan konsep diri perempuan pra lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total 43 responden berusia 45–60 tahun yang dipilih melalui accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 15 pernyataan mencakup aspek penerimaan diri, identitas diri, kemandirian, hubungan sosial, serta kesehatan mental dan fisik. Analisis dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki konsep diri positif yaitu 36 orang (83,7%), sedangkan 7 orang (16,3%) memiliki konsep diri negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan pra lansia mampu menerima perubahan yang terjadi, mempertahankan relasi sosial yang baik, serta menunjukkan stabilitas emosional dalam menghadapi masa pra lansia. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan intervensi edukatif dan dukungan psikososial bagi kelompok pra lansia.

Kata kunci: Konsep Diri, Pra Lansia, Perempuan

Downloads

Published

2026-01-20