LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.Z DENGAN MASALAH UTAMA HARGA DIRI RENDAH DI WISMA ARJUNA RSJ GHRASIA YOGYAKARTA
Abstract
Harga diri rendah merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang ditandai dengan perasaan tidak berharga, tidak mampu, kehilangan kepercayaan diri, dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan individu menarik diri dari lingkungan sosial dan menghambat proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan latihan kemampuan positif dalam meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah di Wisma Arjuna RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. Z, laki-laki usia 25 tahun dengan diagnosis harga diri rendah situasional yang memiliki riwayat perundungan (bullying), menarik diri dari lingkungan, dan merasa tidak berharga. Intervensi yang diberikan berupa latihan kemampuan positif selama empat hari, meliputi membina hubungan saling percaya, mengenali kemampuan positif, berlatih memperkenalkan diri, membereskan tempat makan, dan membereskan tempat tidur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam mengenali potensi diri, meningkatnya rasa percaya diri, kemampuan melakukan aktivitas mandiri, serta peningkatan interaksi sosial yang ditandai dengan kemampuan mempertahankan kontak mata dan mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Latihan kemampuan positif terbukti membantu meningkatkan harga diri pasien serta menurunkan perilaku menarik diri pada pasien dengan harga diri rendah.
Kata Kunci : Harga Diri Rendah, Latihan Kemampuan Positif, Keperawatan Jiwa, Isolasi Sosial, Gangguan Konsep Diri.







