LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. R DENGAN MASALAH UTAMA WAHAM DI WISMA ARJUNA RSJ GHRASIA YOGYAKARTA
Abstract
Waham kebesaran merupakan salah satu gangguan proses pikir yang ditandai dengan keyakinan yang tidak sesuai dengan realitas mengenai kemampuan, kekuasaan, identitas, atau kedudukan diri. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi sosial, hubungan interpersonal, serta aktivitas sehari-hari pasien sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif melalui asuhan keperawatan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan gangguan proses pikir waham kebesaran melalui Strategi Pelaksanaan (SP) Waham di Wisma Arjuna RSJ Grhasia Yogyakarta. Studi kasus dilakukan pada satu orang pasien laki-laki berusia 43 tahun dengan diagnosis waham kebesaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan studi dokumentasi. Intervensi keperawatan dilaksanakan selama 4 hari menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) Waham yang meliputi pembinaan hubungan saling percaya, identifikasi isi waham, latihan orientasi realitas, edukasi kepatuhan minum obat, serta identifikasi kemampuan positif pasien. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami waham kebesaran yang ditandai dengan keyakinan bahwa dirinya mampu meramal, menghentikan hujan, seorang indigo, dan habib keturunan Diponegoro. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari, pasien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menjalin hubungan saling percaya, mengikuti latihan orientasi realitas, memahami pentingnya minum obat secara teratur, serta mengidentifikasi kemampuan positif yang dimiliki. Frekuensi pembicaraan yang berkaitan dengan isi waham tampak berkurang dan pasien menjadi lebih kooperatif selama proses perawatan. Penerapan Strategi Pelaksanaan (SP) Waham memberikan hasil yang positif dalam membantu pasien mengenali kondisi yang dialami, meningkatkan orientasi realitas, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta mengembangkan kemampuan positif yang dimiliki. Dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dan tindak lanjut pelayanan kesehatan jiwa diperlukan untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai dan mencegah kekambuhan.
Kata Kunci: Waham Kebesaran, Asuhan Keperawatan Jiwa, Strategi Pelaksanaan (SP) Waham







