PERAN DAKWAH DALAM MEMPERBAIKI STEREOTIP GENDER DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA MUSLIM DESA SOKKOLIA DUSUN TIMBUSENG KECAMATAN BONTOMARANNU
Keywords:
dakwah, stereotip gender, rumah tangga MuslimAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya stereotip gender dalam rumah tangga Muslim pedesaan yang dipengaruhi konstruksi sosial patriarkal dan penafsiran keagamaan tradisional sehingga menimbulkan ketimpangan peran serta dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk stereotip gender, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menjelaskan peran dakwah dalam memperbaiki pandangan masyarakat mengenai kesetaraan gender di Desa Sokkolia, Dusun Timbuseng, Kecamatan Bontomarannu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang realitas sosial masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa stereotip gender tampak pada pembagian kerja domestik yang tidak seimbang dan dominasi laki-laki dalam penentuan kebijakan rumah tangga. Faktor budaya patriarki, tingkat pendidikan yang relatif rendah, serta pemahaman keagamaan yang tekstual menjadi penyebab utama bertahannya konstruksi tersebut. Dakwah berperan sebagai instrumen edukatif dan transformatif melalui penyampaian pesan yang persuasif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam menanamkan nilai keadilan, kesalingan, dan tanggung jawab bersama sesuai ajaran Islam. Implikasinya, penguatan dakwah responsif gender berkontribusi pada perubahan pola pikir dan praktik relasi keluarga menuju rumah tangga yang lebih adil, harmonis, dan setara. Upaya ini sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya interpretasi agama yang inklusif dan berkeadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari berkelanjutan.











