INTERNALISASI NILAI KEPAHLAWANAN DALAM PELAYANAN ARUS MUDIK SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN APARATUR NEGARA
Keywords:
Aparatur Negara, Nilai Kepahlawanan, Pelayanan Arus Mudik, , Pelayanan PublikAbstract
Pelayanan arus mudik Lebaran tidak hanya merupakan aktivitas teknis dalam pengelolaan transportasi, tetapi juga mencerminkan implementasi nilai kepahlawanan aparatur negara dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Fenomena mudik yang memicu mobilitas massal menuntut kesiapan pelayanan yang optimal, sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi penyelenggara transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai kepahlawanan dalam pelayanan arus mudik 1447 H (2026) pada Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk implementasi Program Mudik Gratis Bersama ASR. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis data empiris lapangan dan pemberitaan media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepahlawanan tercermin melalui tanggung jawab, pengorbanan, keikhlasan, dan keberanian aparatur. Internalisasi nilai tersebut didukung oleh budaya organisasi, pelatihan, keteladanan pimpinan, serta kolaborasi lintas sektor. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan tekanan kerja tinggi, sehingga diperlukan strategi penguatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.











