DAMPAK TRANSFORMASI DIGITAL TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR

Sebuah Systematic Literatur Review

Authors

  • Deni Ayu Putri Universitas Pelita Bangsa
  • Supriyanto Universitas Pelita Bangsa

Keywords:

Transformasi Digital; Efisiensi Biaya; Industri Manufaktur; Systematic Literature Review; Industri 4.0.

Abstract

Teknologi digital memiliki dampak yang masif pada masyarakat banyak. Revolusi era industri 4.0 menuntut industri manufaktur untuk melakukan transformasi digital secara masif guna mempertahankan daya saing global. Salah satu pendorong utama pergeseran ini adalah adanya tekanan untuk mengoptimalkan sumber daya dan menekan biaya produksi di tengah perubahan pasar. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak transformasi digital terhadap efisiensi biaya produksi di sektor manufaktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian kata kunci terstruktur pada basis data akademik terkemuka (seperti  Web of Science, Mendeley dan Google Scholar) untuk publikasi dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Proses seleksi dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA. Proses penelitian dilanjutkan dengan penyaringan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, evaluasi kualitas literatur, dan diakhiri dengan ekstraksi serta sintesis tematik terhadap artikel-artikel yang relevan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), otomatisasi cerdas, dan Big Data Analytics secara signifikan mampu menurunkan biaya variabel produksi. Efisiensi ini dicapai melalui minimalisasi produk cacat (waste reduction), optimalisasi penggunaan energi yang mendukung implementasi kapital hijau (green capital), dan pemeliharaan mesin prediktif. Di sisi lain, literatur juga menggarisbawahi tingginya investasi awal (Capex) menuntut perusahaan untuk melakukan restrukturisasi manajemen sumber daya manusia, terutama dalam hal rekrutmen dan pengembangan talenta digital, agar efisiensi jangka panjang dapat direalisasikan. Transformasi digital terbukti pada peningkatan efisiensi biaya produksi yang berkelanjutan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada keselarasan antara kesiapan infrastruktur teknologi dan strategi adaptasi tenaga kerja. Kurangnya sumber daya manusia yang memadai dan kurangnya tenaga ahli memjadi hambatan dalam transformasi ini. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan komprehensif bagi para praktisi industri dalam merumuskan strategi investasi digital yang terukur, serta mendorong penelitian lanjutan mengenai model adopsi teknologi yang lebih efisien dan aplikatif bagi perusahaan manufaktur berbagai skala, termasuk dalam industri manufaktur seperti di bekasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada strategi mitigasi terhadap tekanan regulasi lokal, seperti tingginya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Downloads

Published

2026-04-21