PERAN GURU BAYANGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH MONTESSORI : STUDI KASUS DI MONTESSORI SCHOOL DEPOK
Keywords:
pendidikan inklusi, guru bayangan, sekolah Montessori, anak berkebutuhan khusus, strategi pembelajaranAbstract
Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang memastikan semua anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), memperoleh akses pendidikan yang setara di lingkungan sekolah umum. Model pendidikan Montessori dikenal fleksibel dan menghargai perbedaan individu, menjadikannya cocok untuk penerapan sistem inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru bayangan (shadow teacher) dalam mendukung proses belajar ABK di sekolah Montessori inklusif, serta menggambarkan tantangan dan strategi yang digunakan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan seorang guru bayangan di Montessori School Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bayangan memainkan peran sentral dalam mendampingi ABK, mulai dari merancang pembelajaran individual, memodifikasi materi, memfasilitasi interaksi sosial, hingga menjembatani komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Strategi pembelajaran multisensori, kolaborasi antar guru, serta sistem evaluasi yang fleksibel diterapkan untuk menunjang perkembangan ABK. Namun, tantangan seperti keterbatasan alat bantu, pelatihan guru, dan dinamika kelas tetap menjadi hambatan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya keberadaan guru bayangan sebagai aktor kunci dalam keberhasilan pendidikan inklusi di lingkungan Montessori.







