IMPLEMENTASI TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL (TPBIS) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMULIHAN EKONOMI: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
Abstract
Perpustakaan saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma fundamental dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan inklusi sosial. Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang digagas Perpustakaan Nasional RI menjadi respon strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi, khususnya di era pemulihan pasca-pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran TPBIS dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, kohesi sosial, serta tantangan implementasinya melalui tinjauan literatur komprehensif. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kepustakaan (literature review) dengan menganalisis 10 artikel ilmiah dan dokumen kebijakan terbitan tahun 2022 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa TPBIS telah berhasil berfungsi sebagai ruang publik (third place) yang membuka akses informasi bagi kaum termarjinalkan serta mendukung pemulihan ekonomi melalui pelatihan keterampilan terapan (life skills). Lebih jauh, peran perpustakaan meluas menjadi fasilitator digital bagi UMKM. Namun, kendala implementasi yang signifikan masih ditemukan, terutama terkait kesenjangan kompetensi pustakawan dalam advokasi sosial, infrastruktur digital yang belum merata, dan keterbatasan anggaran. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan inklusi sosial menuntut sinergi antara dukungan kebijakan, perbaikan fasilitas, dan adaptabilitas sumber daya manusia perpustakaan untuk bertransformasi dari administrator menjadi advokat masyarakat.
Kata Kunci: Inklusi Sosial, Transformasi Perpustakaan, Pemberdayaan Masyarakat, Pemulihan Ekonomi, Perpustakaan Umum.







