PERINTAH UNTUK HIDUP KUDUS DI HADAPAN TUHAN (Studi Hermeneutika Bilangan 5:1-4)
Keywords:
Kekudusan, Perkemahan Israel, Ketaatan, Perintah TuhanAbstract
Kajian ini menggunakan pendekatan historis-kritis untuk memahami konteks hukum ini dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian. Ketiga kategori kenajisan tersebut melambangkan dosa yang memisahkan manusia dari Allah. Pesan teologis utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa kekudusan Allah menuntut umat-Nya untuk hidup dalam kekudusan. Perintah ini mencerminkan prinsip bahwa dosa atau kenajisan tidak dapat berdampingan dengan kekudusan Allah. Ketaatan umat Israel terhadap perintah ini menunjukkan pengakuan mereka atas otoritas Allah dan pentingnya menjaga hubungan dengan-Nya. Prinsip-prinsip ini tetap relevan dalam kehidupan gereja masa kini, khususnya dalam panggilan untuk menjaga kekudusan hidup dan komunitas. Kekudusan tidak hanya menjadi status ritus tetapi juga panggilan untuk hidup berbeda dari dunia, memisahkan diri dari dosa, dan memelihara hubungan yang harmonis dengan Allah.
References
Dahana, Martyn. 2015. Eksposisi Pentateukh: Pemahaman Kitab Hukum Taurat. Yogyakarta: ANDI.
Harianja, Simion D., Iwan Setiawan Tarigan.2005. Penuntun Praktis Kitab Perjanjian Lama 1. Medan: MITRA.
Kartono, H. A. 2013. Kekudusan dalam Tradisi Perjanjian Lama. Malang: SAAT.
Kleden, Paskalis. 2014. Menafsir Perjanjian Lama: Pendekatan Hermeneutika Alkitab.
Maumere: Ledalero.
Pfeiffer, Charles F. 2007. Tafsiran Alkitab Wycliffe Volume 1 Kejadian-Ester. Malang: Gandum Mas.
Simorangkir, Martin L. 2010. Hukum Taurat dan Kehidupan Umat Allah: Studi Kitab Bilangan. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.
Tarigan, Andar Ismail. 2012. Bimbingan Membaca dan Memahami Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.







