ARANSEMEN LAGU BUKU ENDE NOMOR 716 "DINAMAMOLUS SANDOK NGOLU ON" DALAM KUARTET SAXOPHONE

Authors

  • Rudini Sari Miduk Purba Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Boho P. Pardede Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Aprinaldi Simorangkir Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Diana M. Situmeang Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Rowilson Nadeak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Keywords:

Aransemen musik, saxophone kuartet, musik gereja, Buku Ende 716

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya inovasi dalam pengembangan musik gerejawi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu caranya adalah melalui proses aransemen musik, yang dapat memperkaya interpretasi serta meningkatkan daya tarik musikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik aransemen lagu Buku Ende No. 716 - Di Na Mamolus Sandok Ngolu On ke dalam format kuartet saxophone, serta memahami bagaimana aransemen tersebut memengaruhi ekspresi emosional dan pengalaman pendengar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian dilaksanakan di Gereja HKBP Pargodungan, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, selama Mei hingga Juni 2024. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aransemen lagu ke dalam kuartet saxophone memberikan warna musikal baru tanpa menghilangkan esensi lagu asli. Setiap jenis saxophone—sopran, alto, tenor, dan baritone—diolah dengan teknik yang mendukung harmoni, ritme, dan dinamika, sehingga mampu menampilkan nuansa reflektif dan spiritual secara lebih mendalam. Teknik seperti kontrapung bebas, glissando, dan pengolahan dinamika digunakan untuk memperkaya ekspresi musikal. Kesimpulannya, aransemen instrumental kuartet saxophone terhadap lagu ini tidak hanya memperkuat nilai estetika dan spiritual dari komposisi asli, tetapi juga memiliki potensi tinggi untuk diaplikasikan dalam konteks ibadah, konser rohani, maupun sebagai media edukatif di institusi musik.

References

Banoe, P. (2003). Kamus musik. Yogyakarta: Kanisius.

Lexy, J. M. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Lexy, J. M. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: CV Alfabeta.

Max. (n.d.). How to play the Alto Saxophone. Diakses pada 20 Juli 2024, dari https://www.instructables.com/How-to-play-the-Alto-Saxophone/

Munthoriq, I. (2015, Juli 20). Mengenal bagian-bagian saxophone. Klinik Musik. https://klinikmusik.wordpress.com/2014/10/25/mengenal-saxophone-dan-bagian-bagian-saxophone/

Serenade Magazine. (n.d.). 6 proven benefits of playing the saxophone. Diakses pada 20 Juli 2024, dari https://serenademagazine-com.translate.goog/6-proven-benefits-of-playing-the-saxophone

Sugiyono, & Nugrahaningsih. (2002). Teknik pengumpulan data dan dokumentasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2005). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.

Wikipedia. (n.d.). Saksofon. Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses pada 20 Juli 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Saksofon

Windy, N. (2008). Kamus ilmiah populer. Jakarta: Wacana Intelektual.

Downloads

Published

2025-04-23

How to Cite

Rudini Sari Miduk Purba, Boho P. Pardede, Aprinaldi Simorangkir, Diana M. Situmeang, & Rowilson Nadeak. (2025). ARANSEMEN LAGU BUKU ENDE NOMOR 716 "DINAMAMOLUS SANDOK NGOLU ON" DALAM KUARTET SAXOPHONE. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(2), 4167–4180. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/2161

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>