EKSISTENSI NILAI BUDAYA ADAT DALIHAN NA TOLU DALAM PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI PUSAT PELAYANAN STT TRINITY PARAPAT
Keywords:
Dalihan Na Tolu, Nilai Budaya, Pendidikan Agama Kristen, Kontekstualisasi, STT TRINITY PARAPATAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis eksistensi nilai budaya adat Dalihan Na Tolu dalam pengembangan materi Pendidikan Agama Kristen di Rumah Pusat Pelayanan STT Trinity Parapat. Nilai-nilai budaya Batak Toba yang terkandung dalam konsep Dalihan Na Tolu yakni Somba Marhula-hula (tunduk kepada hula-hula), elek Marboru (mengasihi perempuan), dan Manat Mardongan Tubu Memiliki relevansi yang kuat dengan nilai-nilai keKristenan seperti kasih, hormat, dan pelayanan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat Dalihan Na Tolu masih hidup dan menjadi pedoman etika sosial dalam kehidupan masyarakat Batak, termasuk dalam konteks pendidikan rohani di Rumah Pusat Pelayanan STT Trinity Parapat. Pengintegrasian nilai-nilai tersebut ke dalam materi Pendidikan Agama Kristen memperkaya pemahaman iman, memperkuat identitas budaya, serta mendukung pembentukan karakter Kristiani yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, nilai budaya lokal seperti Dalihan Na Tolu dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran yang holistik dalam pengembangan pendidikan teologi kontekstual.
References
Boehlke, Robert. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1984)
Bukit, Filemon, Pandangan Kristen, Tentang Kebudayaan dan Adat Istiadat. Sotiria. (Juni 2019).
Colson, Howard dan Raymond Rigdon, Understanding Your Church’s Curriculum (Nashville: Broadmann Press, 1981).
Departeman pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Gremedia Pustaka, 2008)
Frets, Eriapy. Pendidikan Kristiani Transformatif, Berbasis Multikultural dalam Konteks Indonesia. Regula Fidei. (September 2020).
Groome, Thomas. Christian Religious Education (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2018).
Gultom, Ibrahim Agama Malim di Tanah Batak, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010)
Hasil wawancara dengan Nuryani Sitinjak, S.Th, sebagai coordinator Pusat Pelayanan STT TRINITY cabang Hariarapohon, Senin 17 Maret 2025, Pukul 22:00
Homrighausen dan Enklaar, Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1984)
https://stttrinity.ac.id/tentang-kami, Selasa 25 Maret 2025, pukul 09:30
Iky, Prayitno. Merangkul Gereja Indonesia, Dalam Mendidik Tanggung Jawab Ganda Dan Utuh Dalam Konteks Plural. PAX Humana. (Januari-Juni 2020).
Jhonson, Pardosi. Makna Simbolik Umpasa, Sinamot, Dan Ulos Pada Adat Perkawinan Batak Toba. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. (Oktober 2008)
Lattu, Izak “Teologi Tanpa Tinta: Mencari Logos Melalui Etnografi dan Folklore” dalam buku Membangun Gereja Sebagai Gerakan yang Cerdas dan Solider. (Yogyakarta: Sanata Dharma Univerity Press, 2020).
Mariska, Lauterboom. Dekolonialisasi, Pendidikan Agama Kristen di Indonesia. Indonesian Journal of Theology. (Juli 2019).
Mariska, Lauterboom. Dekolonialisasi, Pendidikan Agama Kristen di Indonesia. Indonesian Journal of Theology. (Juli 2019).
Parhusip, A.H. Jorbut Ni Adat Batak Hasipelebenguon : Dia ma Adat Batak Na Ias Sian Hasipelebenguon,( Porsea : GSJA Pemenang, 1997)
Sagala,Mangapul Injil dan Adat Batak (Yayasan Bina Dunia, 2017, Cet ke-5)
Souisa, Nancy. “Makan Patita: Nilai dan Maknanya dalam Membangun Pendidikan Kristiani yang Kontekstual” (Disertasi Doktor, Universitas Kristen Satya Wacana, 2017).
Supriyono, Johannes. “Paradigma Kultural Masyarakat Durkheiman” dalam buku Teori-Teori Kebudayaan. (Yogyakarta: Kanisius, 2016).
T.M. Sihombing, Filsafat Batak (Jakarta: Balai Pustaka, 1986)
Tangyong, A. F. “Perwujudan Identitas dan Ciri Khas dalam Bidang Studi dan dalam Proses Belajar Mengajar.” dalam buku Identitas dan Ciri Khas Pendidikan Kristen di Indonesia. (Jakarta: Gunung Mulia, 2011).
Tung, Khoe You. Filsafat Pendidikan Kristen (Yogyakarta: ANDI, 2013)
Wawancara dengan seorang Pemudi yang berusia 17 Tahu. Wawancara ini dilakukan diwaktu Pelayanan mingguan Alumni STT TRINITY PARAPAT Minggu 12 Januari 2025







