ANALISIS BANJIR DI KELURAHAN SIMPANG BARU, KOTA PEKANBARU
Keywords:
Banjir; drainase; penyebab; dampak; mitigasiAbstract
Fenomena banjir di wilayah Kelurahan Simpang Baru semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya pembangunan kawasan permukiman dan berkurangnya area resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama penyebab banjir serta bentuk upaya mitigasi yang dilakukan masyarakat dan pemerintah di Kelurahan Simpang Baru, Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung kepada masyarakat dan RW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama banjir di wilayah tersebut meliputi kondisi drainase yang dangkal, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta minimnya area resapan air akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman dan pertokoan. Dampak banjir tidak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi. Upaya mitigasi yang telah dilakukan antara lain memperdalam saluran drainase, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
References
Ade Fahdiyah Syakilah , Hafidz Az Dzikri Simanjuntak, dkk (2025). “Kajian Faktor Penyebab Terjadinya Banjir di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun”. Jurnal Ekonomi dan Manajemen.
BNPB. (2017). Pedoman Mitigasi Banjir dan Longsor. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Elyza Ainurrosyidah (2022). “Dampak Dari Banjir Terhadap Ekonomi Dan Aktivitas Masyarakat Kota Surabaya (Studi Kasus Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya)”. Journal Economic And Strategy (JES)
Hansel Reihan Haezer, Henny Herawati, dkk (2023) “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Banjir Pada Bagian Hilir DAS Sedadu”.
Marfai, M. A. (2012). Banjir dan Upaya Mitigasinya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Maryono, A. (2017). Teknik Pengendalian Banjir. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.







