PENGARUH AIR PASANG TERHADAP DINAMIKA MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH SELATPANJANG SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Authors

  • Annisatur Rahmah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad Nasrullah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Niko Helmi Erdiansyah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nurul Hidayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Tasya Syawalia Risman Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Fatmawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

air pasang, masyarakat pesisir, dampak lingkungan sosial ekonomi, adaptasi, Selatpanjang Selatan, Kepulauan Meranti.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh air pasang terhadap masyarakat di wilayah Selatpanjang Selatan, Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan warga setempat, hasil penelitian menunjukkan bahwa air pasang menyebabkan genangan di permukiman, jalan, dan fasilitas umum, mempercepat abrasi, serta menurunkan kualitas lingkungan akibat masuknya air asin dan sampah laut. Dampak sosial yang muncul antara lain terganggunya aktivitas harian, kerusakan rumah, dan penutupan sekolah saat pasang tinggi, sedangkan secara ekonomi masyarakat mengalami penurunan pendapatan akibat terganggunya perdagangan, transportasi, dan perikanan. Sebagai bentuk adaptasi, warga melakukan berbagai upaya seperti meninggikan rumah menjadi rumah panggung, membangun tanggul sederhana, serta menyesuaikan aktivitas dengan siklus pasang surut. Kesadaran kolektif dan gotong royong masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak air pasang, sehingga penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi adaptasi berbasis masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

References

Adger, W. N. (2003). Social capital, collective action, and adaptation to climate change. Economic Geography, 79(4), 387–404.

Arifin, M. (2017). Dampak sosial ekonomi banjir rob terhadap masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 112–120.

Badan Pertanahan Nasional (BPN). (2007). Pedoman Evaluasi Potensi Lahan. Jakarta: BPN RI.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Meranti. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kepulauan Meranti 2020–2025. Selatpanjang: Bappeda Kepulauan Meranti.

Budianto, H. (2019). Adaptasi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan pasang surut air laut di Indonesia. Jurnal Geografi Lingkungan, 5(1), 55–66.

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (2001). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita.

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan (KLHK). (2013). Pedoman Klasifikasi Lereng untuk Penataan Ruang dan Pengelolaan Lahan. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Djunarsjah, E. (2008). Geodesi Kelautan. Bandung: ITB Press.

Kusumastuti, R. (2015). Analisis dampak pasang surut terhadap kondisi lingkungan pesisir. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 7(2), 45–53.

Muhammad Noor, M., Masganti, & Agus, F. (2014). Tanah Gambut: Karakteristik, Potensi, dan Pengelolaannya untuk Pertanian Berkelanjutan. Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI.

Poerbandono & Djunarsjah, E. (2005). Survei Hidrografi. Bandung: Refika Aditama

Downloads

Published

2025-11-01

How to Cite

Annisatur Rahmah, Muhammad Nasrullah, Niko Helmi Erdiansyah, Nurul Hidayati, Tasya Syawalia Risman, & Fatmawati. (2025). PENGARUH AIR PASANG TERHADAP DINAMIKA MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH SELATPANJANG SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(4), 7185–7194. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/3116

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>