ANALISIS PERAN PROTOKOL KYOTO DALAM PEMBENTUKAN POLITIK LINGKUNGAN MODERN DI ASIA TIMUR
Keywords:
Protokol Kyoto, Asia Timur, perubahan iklimAbstract
Protokol Kyoto menjadi dasar politik lingkungan modern di Asia Timur dengan menetapkan target emisi bagi negara maju. Penelitian deskriptif kualitatif ini menganalisis isu kontemporer, tantangan, dan arah kebijakan di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Hasil menunjukkan bahwa ketidakseimbangan kewajiban, kelemahan CDM, dan konflik energi–iklim menjadi hambatan utama. Pengalaman tersebut mendorong kebijakan lebih fleksibel di era Paris Agreement, termasuk target net-zero dan pasar karbon, menjadikan Kyoto katalis tata kelola lingkungan adaptif.
References
Bodansky, D. (2010). Seni dan CHa
Keohane, RO (1984). Setelah Hegemoni: Kerja Sama dan Perselisihan dalam Ekonomi Politik Dunia . Universitas Princeton
Keohane, RO, & Victor, DG (2011). Kompleks rezim untuk perubahan iklim. Perspektif tentang Politik, 9 (1), 7–23.
Kim, S., & Thurbon, E. (2015). Lingkunganisme pembangunan: Menjelaskan ambisi Korea Selatan untuk kepemimpinan dalam mitigasi perubahan iklim. Pol(2
Krasner, SD (1983). Internat. Kornet
Lemos, MC, & Agrawal, A. (2006). Tata Kelola Lingkungan. A, 297–3
Stavins, RN (2020). Masa depan mekanisme pasar di bawah Perjanjian Paris: Peran keterkaitan internasional dan transparansi. Harvard Pr.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Victor, DG (2011). Kebuntuan Pemanasan Global:Universitas Cambridge
WCED (Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan). (1987). Komo KitaUniversitas Oxford
Zhang, Z. (2011). Kebijakan energi dan lingkungan di Tiongkok: Menuju ekonomi rendah karbon. Energi(11), 6745–67







