PERCAYA KEPADA KRISTUS DALAM DUNIA MULTIKULTURAL: REFLEKSI SOSIOLOGIS ATAS INJIL YOHANES
Keywords:
Injil Yohanes, Multikulturalisme, Identitas Sosial, Percaya, Sosiologi Agama.Abstract
Dunia saat ini semakin terhubung dan beragam, namun sering kali perbedaan budaya dan agama justru memicu konflik daripada keharmonisan. Dalam konteks kekristenan, Injil Yohanes sering dianggap sebagai kitab yang sangat eksklusif, yang seolah-olah memisahkan orang percaya dari dunia luar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna "percaya" dalam Injil Yohanes bukan hanya sebagai keyakinan hati, tetapi sebagai sebuah identitas sosial yang relevan di tengah masyarakat majemuk. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan kacamata sosiologis untuk membedah teks-teks kunci dalam Injil Yohanes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep percaya dalam Injil Yohanes sebenarnya membentuk komunitas yang kuat secara identitas, namun tetap terbuka untuk mengasihi "yang lain" melalui teladan inkarnasi Yesus. Simpulan dari studi ini adalah bahwa menjadi pengikut Kristus yang sejati tidak berarti harus anti terhadap budaya lain, melainkan mampu membawa nilai kasih yang melampaui sekat-sekat perbedaan tersebut sebagai kesaksian hidup yang nyata.
References
Barus, Armand. “Kepemimpinan Yohanes Pembaptis.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 3, no. 1 (2002): 73–81. https://doi.org/10.36421/veritas.v3i1.82.
Baum, Gregory. “Exclusion and Embrace: A Theological Exploration of Identity, Otherness, and Reconciliation, by Miroslav Volf.” Arc: The Journal of the School of Religious Studies 26 (1998): 160–162. https://doi.org/10.26443/arc.v26i.868.
Berger, Peter L. Langit Suci: Agama Sebagai Realitas Sosial. Terjemahan Hartono. Jakarta: LP3ES, 1991.
Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2014.
Harmadi, M., dan A. D. Budiatman. “Pergeseran Perspektif Teologi Penggembalaan dengan Layanan Virtual pada Masa Pandemi Sekarang dan Nanti.” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 2 (2021): 137–149. https://doi.org/10.38189/jtbh.v3i2.88.
Karman, Yonky. “Bunga Rampai Teologi Publik.” Jurnal Teologi Stulos 18, no. 1 (2020): 22–25.
Keener, Craig S. The Gospel of John: A Commentary. Peabody: Hendrickson Publishers, 2003.
Köstenberger, Andreas J. Encountering John: The Gospel in Historical, Literary, and Theological Perspective. Grand Rapids: Baker Academic, 2013.
Koester, Craig R. Symbolism in the Fourth Gospel: Meaning, Mystery, Community. Minneapolis: Fortress Press, 2003.
Larosa, S. “Implementasi Misi Multikultural Yesus Kristus dalam Yohanes 4:7–39 pada Pendidikan Agama Kristen di Indonesia.” Jurnal Apokalupsis 13, no. 2 (2022): 134–152. https://doi.org/10.52849/apokalupsis.v13i2.54.
Meeks, Wayne A. “The Man from Heaven in Johannine Sectarianism.” Journal of Biblical Literature 91, no. 1 (1972): 44–72. https://doi.org/10.2307/3262920.
Méndez, Hugo. “Did the Johannine Community Exist?” Journal for the Study of the New Testament 42, no. 3 (2020): 350–374. https://doi.org/10.1177/0142064X19890490.
Moloney, Francis J. The Gospel of John. Sacra Pagina. Collegeville: Liturgical Press, 1998.
Morris, Leon. The Gospel According to John. The New International Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Eerdmans, 1995.
N. T. Wright. How God Became King: The Forgotten Story of the Gospels. New York: HarperOne, 2012.
Setiyawan, Frans Wijsen. “There Is Only One God, But There Are Many Gods: A Thealogical Reflection on Religious Pluralism.” Exchange 49, no. 3 (2020): 203–223.
Siahaan, Harls Evan R. “Aktualisasi Pelayanan Karunia di Era Digital.” Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 1, no. 1 (2017): 25–38. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v1i1.7.
Supartini, Tri. “Sudah Ramah Anakkah Gereja? Implementasi Konvensi Hak Anak untuk Mewujudkan Gereja Ramah Anak.” Jurnal Jaffray 15, no. 1 (2017): 85–102. https://doi.org/10.25278/jj71.v15i1.233.
Wijoyo, Sigit. “Pelaksanaan Misi Allah dalam Konteks Keberagaman Budaya di Indonesia.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2 (2021): 134–150. https://doi.org/10.46817/huperetes.v2i2.65.
Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif di Dalam Penelitian Agama.” Jurnal Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28–38. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014.







