STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL DALAM PENCEGAHAN DISINFORMASI
Keywords:
komunikasi digital; disinformasi; strategi pencegahan; literasi digital; media sosial; ekosistem informasiAbstract
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah pola konsumsi media masyarakat dan mempermudah distribusi informasi di ruang digital. Namun, kondisi ini juga meningkatkan risiko penyebaran disinformasi yang dapat memengaruhi persepsi publik dan stabilitas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi digital yang efektif dalam pencegahan disinformasi. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis konten, penelitian ini mengidentifikasi beberapa komponen penting, yaitu peningkatan literasi digital, transparansi sumber informasi, penggunaan teknologi pendeteksi konten palsu, serta kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital yang terintegrasi dan adaptif mampu meningkatkan kewaspadaan publik serta mengurangi dampak disinformasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multi-pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya
References
Arini, D. P., Pramudito, A. A., Riyanto, & Sukarman. (2024). Peningkatan literasi digital untuk menangkal hoaks pada siswa SMP. Indonesian Journal for Social Responsibility.
Buitrago López, A., Pastor Galindo, J., & Ruipérez Valiente, J. A. (2024). Frameworks, modeling and simulations of misinformation and disinformation: A systematic literature review.
Dewi, A., & Hayat, R. S. (2024). Pentingnya literasi di era digital dalam menghadapi hoaks di media sosial. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa.
Fadhil Mohammad, B., Amrullah, A. W., & Taufikurrahman. (2023). Menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi di dunia digital. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
Harjanta. (2024). Efektivitas program literasi digital nasional sebagai upaya meningkatkan literasi digital pada pemilih pemula di DIY untuk mengantisipasi mis-disinformasi politik pada Pemilu 2024.
Lisnawita, G., Guntoro, Johar, O. A., & Costaner, L. (2024). Improving digital literacy to prevent the spread of hoax news. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Mu minin, & Maisaroh, S. (2023). Membangun kesadaran digital: Edukasi hoaks dan disinformasi dengan pendekatan teknologi bagi siswa SMKN 2 Jombang. Al Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Najla Amaly, & Armiah. (2023). Peran kompetensi literasi digital terhadap konten hoaks dalam media sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah.
Oladokun, B. D., Aruwa, J. E., Ottah, G. A., & Ajani, Y. A. (2024). Misinformation and disinformation in the era of social media: The need for fact checking skills. Journal of Information and Knowledge.
Reza, F., Sugiarta, N., Ilham, Y., & Lestari, A. (2024). Sosialisasi waspada penyebaran hoaks di media sosial. Bhakti Karya dan Inovatif.
Rizana, T. L., Nuzalifa, Y. U., Rachman, R. S., & Andika, A. (2023). Overcoming the spread of hoax in social media through strengthening digital literacy contained with character education. Jurnal Pendidikan dan Konseling.
Surjatmodjo, D., Unde, A. A., Cangara, H., & Sonni, A. F. (2024). Information pandemic: A critical review of disinformation spread on social media and its implications for state resilience. Soc. Sci. Journal.
Various Authors. (2021). Digital media and misinformation: An outlook on multidisciplinary strategies against manipulation. Journal of Computational Social Science







