KEARIFAN LOKAL SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA DI KERATON YOGYAKARTA

Authors

  • Alya Fitri Herianti Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Elsa Yuni Rahmawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Yulia Novita Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Fatmawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

kearifan lokal, pariwisata budaya, Keraton Yogyakarta

Abstract

Keraton Yogyakarta merupakan salah satu destinasi pariwisata budaya utama di Indonesia yang memiliki kekayaan kearifan lokal sebagai daya tarik utamanya. Kearifan lokal tersebut tercermin dalam tradisi, sistem nilai, tata ruang, seni pertunjukan, serta perilaku sosial masyarakat keraton yang hingga kini masih dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal sebagai daya tarik pariwisata budaya di Keraton Yogyakarta serta implikasinya terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan analisis dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal di Keraton Yogyakarta tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai elemen penting dalam membangun citra destinasi wisata budaya yang autentik. Pelestarian kearifan lokal yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata berkontribusi terhadap keberlanjutan budaya, peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, serta penguatan identitas budaya lokal.

References

Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386. https://doi.org/10.1016/0160-7383(88)90028-X

Hitchcock, M. (2000). Ethnicity and tourism entrepreneurship in Java and Bali. Current Issues in Tourism, 3(3), 204–225.

Nuryanti, W. (1996). Heritage and postmodern tourism. Annals of Tourism Research, 23(2), 249–260. https://doi.org/10.1016/0160-7383(95)00062-3

Pitana, I. G. (2009). Pengantar ilmu pariwisata. Andi Offset.

Prasodjo, T. (2017). Kearifan lokal dalam pariwisata budaya sebagai upaya pelestarian budaya. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 11(2), 89–102.

Putra, I. N. D. (2013). Pariwisata budaya dan pelestarian tradisi lokal. Jurnal Kajian Bali, 3(2), 45–60.

Rahmawati, D., & Haryanto, T. (2016). Pariwisata budaya berbasis masyarakat lokal. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 12(4), 451–462.

Smith, M. K. (2009). Issues in cultural tourism studies. Routledge.

Soedarsono, R. M. (1999). Seni pertunjukan dan pariwisata. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 1(1), 1–14.

Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata. Gava Media.

Sutrisno, M. (2014). Kosmologi Jawa dalam tata ruang Keraton Yogyakarta. Humaniora, 26(3), 312–324.

Suwantoro, G. (2004). Dasar-dasar pariwisata. Andi Offset.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Wijaya, A., & Sari, N. (2019). Peran kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Terapan, 3(1), 15–27.

Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Pradnya Paramita.

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Alya Fitri Herianti, Elsa Yuni Rahmawati, Yulia Novita, & Fatmawati. (2025). KEARIFAN LOKAL SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA DI KERATON YOGYAKARTA. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(1), 1670–1676. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/3528

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>