ZONA RIPARIAN DI KOTA PADANG: STUDI TENTANG FUNGSI EKOLOGIS, DEGRADASI, DAN UPAYA KONSERVASI

Authors

  • Beni Aulia Universitas Negeri Padang

Keywords:

zona riparian, geografi sungai, degradasi, konservasi, Kota Padang

Abstract

Kajian zona riparian di perkotaan merupakan integrasi antara ekologi sungai, geografi, dan perencanaan kota yang bertujuan untuk memahami fungsi, distribusi, serta tingkat kerusakannya. Pemahaman ini sangat penting dalam menunjang mitigasi bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor tebing), pengelolaan kualitas air, serta penyediaan ruang terbuka hijau di wilayah urban. Zona riparian di Kota Padang, yang dilalui oleh sungai-sungai besar seperti Batang Kuranji dan Batang Arau, mengalami tekanan berat akibat aktivitas antropogenik. Pembangunan permukiman yang masif, pembuangan limbah, dan praktik betonisasi (turap) telah menghilangkan sebagian besar fungsi ekologis sempadan sungai. Artikel ini membahas secara ilmiah fungsi ekologis vital zona riparian, faktor-faktor utama penyebab degradasi yang terjadi di Kota Padang, serta menganalisis potensi strategi konservasi dan restorasi yang partisipatif dan berkelanjutan. Pendekatan geografi digunakan untuk menelaah hubungan antara perubahan tata guna lahan perkotaan dan kondisi spasial zona riparian. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap dinamika riparian dari sudut pandang geografi dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan restorasi sungai yang berkelanjutan, yang memadukan pendekatan teknik sipil (bio-engineering) dengan penguatan kelembagaan masyarakat dan penegakan regulasi tata ruang.

References

Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Bappeda Kota Padang. (2021). Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Padang Tahun 2021-2041. Padang: Pemerintah Kota Padang.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. (2023). Laporan Status Kualitas Air Sungai Kota Padang Tahun 2023. Padang: DLH Kota Padang.

Groffman, P. M., et al. (2003). Down by the riverside: Urban riparian ecology. Frontiers in Ecology and the Environment, 1(6), 315-321.

Naiman, R. J., & Décamps, H. (1997). The ecology of interfaces: Riparian zones. Annual Review of Ecology and Systematics, 28, 621-658.

Peterjohn, W. T., & Correll, D. L. (1984). Nutrient dynamics in an agricultural watershed: Observations on the role of a riparian forest. Ecology, 65(5), 1466-1475.

Santoso, B. (2022). Analisis Spasial Perubahan Guna Lahan Sempadan Sungai Batang Kuranji dan Dampaknya Terhadap Risiko Banjir. Jurnal Geografi UNP, 10(1), 34-45.

Seto, K. C., Güneralp, B., & Hutyra, L. R. (2012). Global forecasts of urban expansion to 2030 and direct impacts on biodiversity and carbon pools. Proceedings of the National Academy of Sciences, 109(40), 16083-16088.

Sweeney, B. W., & Newbold, J. D. (2014). Streamside forest buffer width in the temperate zone: A synthesis. Journal of the American Water Resources Association, 50(3), 520-538.

Wenger, S. J., et al. (2009). Twenty-six key research questions in urban stream ecology: An assessment of the state of the science. Journal of the North American Benthological Society, 28(4), 1080-1098.

Downloads

Published

2026-01-14

How to Cite

Aulia, B. (2026). ZONA RIPARIAN DI KOTA PADANG: STUDI TENTANG FUNGSI EKOLOGIS, DEGRADASI, DAN UPAYA KONSERVASI. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(1), 1332–1338. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/3580