PERAN GURU DALAM MENGELOLA EMOSI NEGATIF SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Studi Kasus di MISS Ar-Rahman Nglaban Jombang
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan emosi dalam mendukung keberhasilan belajar siswa, karena emosi negatif yang tidak terkendali dapat menghambat konsentrasi, interaksi sosial, dan motivasi belajar. Penelitian bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam mengelola emosi negatif siswa di MISS Ar-Rahman Nglaban Jombang, khususnya strategi dan bentuk intervensi yang diterapkan dalam konteks pendidikan berbasis nilai keagamaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi, serta diterapkan triangulasi teknik untuk memastikan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sering mengalami emosi negatif seperti marah, cemas, takut, sedih, menangis berlebihan, dan kurang percaya diri, yang muncul sebagai respons terhadap tekanan akademik maupun konflik sosial. Guru memiliki peran sentral sebagai pembimbing emosional, teladan pengendalian emosi, mediator konflik, pengajar nilai karakter, dan pembimbing spiritual, serta memberikan penguatan positif untuk memotivasi siswa. Peran ini membantu siswa mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi negatif secara konstruktif, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pendidikan karakter dan pendekatan spiritual dalam praktik pembelajaran untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa secara holistik.
References
Ani, W. V. (2025). Peranan Guru Sebagai Fasilitator dalamPerkembangan Peserta Didik. Inklusi:JurnalPendidikanIslamDanFilsafat, 1(2), 51–60.
Chintya, R., & Sit, M. (2024). Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini. Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development, 4(1), 159–168. https://doi.org/10.37680/absorbent
Emiliana, Nugraha, A. E., & Susilawati, I. (2022). KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT GOLEMAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 PAUD. Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 16–20. https://doi.org/https://doi.org/10.46368/.v1i2.800
Halimatus Sa’diyah, S. N. F. J. (2025). Ontologi Attachment dalam Dinamika Keluarga: Peran Orang Tua dalam Pembentukan Identitas Anak. 13(1), 42–54. https://doi.org/10.56013/edu.v13i1.3600
Hawa Laily Handayani, Syamsul Ghufron, S. K. (2020). PERILAKU NEGATIF SISWA: BENTUK, FAKTOR PENYEBAB, DAN SOLUSI GURU DALAM MENGATASINYA. Elementary School, 7(2), 215–224. https://doi.org/https://doi.org/10.31316/esjurnal.v7i2.760
Nurfajriani, W. V., Wahyu, M., Arivan, I., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. 10(17), 826–833. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Octavia, C., & Oktavia, L. (2024). OPTIMALISASI MANAJEMEN PESERTA DIDIK UNTUK PENINGKATAN PRESTASI DAN KARAKTER SISWA. 4(4), 375–384. https://doi.org/https://doi.org/10.51878/educational.v4i4.3747
Safarudin, R., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9680–9694.
Wirachman, R., & Kurniawati, I. (2023). STUDI DESKRIPTIF MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERLANDASKAN TEORI SOCIAL LEARNING Pendahuluan Siswa Sekolah Dasar merupakan pondasi awal untuk membangun manusia yang. Inventa : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasa, 7(1), 37–49.







