ANALISIS MULTIPLIER EFFECT PARIWISATA F1H2O BAGI MASYARAKAT KAWASAN DANAU TOBA, BALIGE
Keywords:
Pariwisata, Multiplier effect, Profesi, Masyarakat, F1H2O, Danau TobaAbstract
Negara Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang dengan kekayaan alam yang sangat melimpah. Selain kekayaan alam, Indonesia juga memiliki pesona alam yang tidak kalah menakjubkan dengan negara lain dan menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara. Namun, masih banyak pesona alam Indonesia yang belum digali potensinya secara maksimal sebagai destinasi tujuan wisata. Selain itu, saat ini pemerintah masih berfokus hanya pada pembenahan daerah wisata yang telah popular dikalangan para wisatawan. Salah satu pesona alam Indonesia yakni Danau Toba. Danau Toba adalah Danau terbesar yang ada di Indonesia yang memiliki panorama alam yang sangat indah sehingga Danau Toba sangat cocok untuk dikembangkan sebagai lokasi pariwisata Internasional. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa profil dan perkembangan wisata Danau Toba, keadaan masyarakat setelah perkembangan pariwisata, perkembangan usaha masyarakat Danau Toba, dan perubahan profesi yang terjadi pada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan kualitatif. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan profesi pada masyarakat Danau Toba karena adanya pengembangan pariwisata di Danau Toba. Adapun perubahan profesi yang terjadi yaitu beralih pekerjaan kebidang pariwisata.
References
Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR. 2020. Sinergitas Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Sinergi. Edisi 44 | Januari - Februari 2020.
Buaton, Kleofine Widya Sonata & Purwadio, Heru. 2015. Kriteria Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba Parapat, Sumatera Utara. Jurnal Teknik ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN:2337-3539 (2301-9271 Print).
http://fauzihistory.blogspot.co.id/2009/03/sejarah-pariwisata-zaman-orde-lama-1945.html.
Kusdianto. 1996. Perencanaan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Jakarta: Universitas Indonesia.
Kusmayadi dan Endar Sugiarto. 2000. Metodologi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kusumanegara, I. M. 2009. Persepsi Wisatawan Nusantara Terhadap Kondisi Kepariwisataan Bali. Jurnal Hospitality Management Volume 3 No. 1.
Muljadi, A.J., 2012, Kepariwisataan dan Perjalanan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Nirwandar, 2016. Pembangunan otonomi daerah, DR. Sapta Nirwandar.pdf Diakses 23 Juni 2016.
Noorduyn, J. 2006. Three Old Sundanese poems. KITLV Press.
Pitana, I Gde & Gayatri Putu G. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Ridwan,Mohamad. 2012, Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT SOFMEDIA: Medan.
Shihab, Quraish. 1994. Sihite, Richard, 2000, Tourism Industry (Kepariwisataan), Surabaya: Penerbit SIC.
Sinaga, Supriono. 2010. Potensi dan Pengembangan Objek Wisata Soekardijo, R.G.1997. Anatomi Pariwisata (Memahami Pariwisata Sebagai “Systemic Lingkage). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Spillane, ,James. J. 1987. Ekonomi Pariwisata, Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius.
Suwantoro, Gamal. 2004, Dasar-Dasar Pariwisata, Yogyakarta: Andi. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. No 10. 2009. Kepariwisataan. Presiden Republik Indonesia.
Yoeti, Oka A.1985. Pengantar Ilmu Pariwisata. Angkasa,Bandung.
Yoeti, Oka. 2000. Konsep Pengembangan Ekowisata. Ilmu Wisata, Special Edition 17 Februari 2000.
Yoeti, Oka. A 2008. Perencanaan dan Pengambangan Parawisata. Jakarta: Pradnya Paramita.
Yoeti, Oka. A.1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Angkasa.







