MODERASI BERAGAMA DALAM KOMUNITAS PARMALIM: STUDI TENTANG TOLERANSI DAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI MASYARAKAT BATAK
Keywords:
Moderasi beragama, Parmalim, toleransi, agama lokal, budaya BatakAbstract
Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat yang majemuk. Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan kepercayaan membutuhkan sikap moderasi agar konflik antar kelompok dapat dihindari. Salah satu bentuk keberagaman tersebut adalah agama lokal Parmalim yang berkembang di kalangan masyarakat Batak di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai moderasi beragama tercermin dalam ajaran dan praktik kehidupan komunitas Parmalim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap beberapa jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Parmalim mengandung nilai-nilai toleransi, saling menghargai antar umat beragama, serta menolak diskriminasi terhadap perbedaan keyakinan. Meskipun sering mengalami stigma dari masyarakat luar, komunitas Parmalim tetap menjunjung tinggi nilai kerukunan dan hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain. Nilai moderasi tersebut terlihat dalam ajaran moral, praktik sosial, serta hubungan harmonis antara penganut Parmalim dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, Parmalim dapat menjadi contoh praktik moderasi beragama dalam masyarakat multikultural di Indonesia.
References
Angga, dkk. (2025). Kepemimpinan dalam Tradisi Batak Ugamo Malim
Edijunaedi. (2013). Komunitas Ugamo Malim atau Parmalim.
Sari, P. A., Syahminan, M., & Muary, R. (2024). Makna Sosiologis Upacara Sipahalima bagi Penganut Parmalim.
Situmorang, N. (2017). Eksistensi Agama Lokal Parmalim.
Tambunan, R. (2023). Kepercayaan Parmalim dalam Relasi Agama dan Budaya.







