INTEGRASI ACTIVITY-BASED COSTING (ABC) DAN LEAN MANUFACTURING UNTUK OPTIMALISASI BIAYA PRODUKSI: STUDI KASUS INDUSTRI MANUFAKTUR OTOMOTIF
Keywords:
Activity-Based Costing (ABC), Lean ManufacturingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis sistem akuntansi biaya modern dengan prinsip efisiensi operasional melalui integrasi Activity-Based Costing (ABC) dan Lean Manufacturing . Menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada komponen stamping part bracket (material SPH440, tebal 2,6 mm), penelitian ini mengevaluasi pengaruh parameter teknis terhadap struktur biaya produksi. Data awal menunjukkan bahwa efisiensi yang rendah pada cycle time (10 detik), downtime (15%), dan reject rate (5%) menghasilkan biaya produksi sebesar Rp 5.485 per unit. Melalui simulasi perbaikan berbasis Lean dan intervensi engineering , parameter teknis berhasil dioptimalkan menjadi cycle time 8 detik, downtime 8%, dan reject rate 2%. Hasil integrasi menunjukkan peningkatan good output yang signifikan sebesar 39% dan penurunan biaya produksi per unit menjadi Rp 5.260. Temuan ini membuktikan bahwa penghematan sebesar Rp 225 per unit dapat dicapai melalui eliminasi pemborosan yang terukur. Integrasi ABC-Lean terbukti memberikan akurasi kalkulasi yang lebih tinggi dibandingkan metode tradisional, sekaligus berfungsi sebagai instrumen strategis dalam pengambilan keputusan manajerial untuk memperkuat daya saing industri otomotif di pasar global.
References
Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. (2018).Cost Accounting: A Managerial Emphasis (16th ed.).
Mulyadi. (2015). Akuntansi Biaya (Edisi 5). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Ohno, T. (1988). Toyota Production System: Beyond Large-Scale Production .Productivity Press.
Pearson.Kaplan, R. S., & Cooper, R. (1998). Cost & Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance . Harvard Business School Press.
Womack, J. P., & Jones, D. T. (2003). Lean Thinking: Banish Waste and Create Wealth in Your Corporation . Free Press.







