MEWUJUDKAN LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI YANG TERBEBAS DARI KEKERASAN SEKSUAL
Keywords:
kekerasan seksusal; pencegahan; ketimpangan gender.Abstract
Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi adalah masalah besar yang bertentangan dengan tujuan pendidikan, prinsip kemanusiaan, dan etika. Dengan menganalisis literatur yang relevan, penelitian ini menyelidiki upaya untuk membuat lingkungan kampus bebas dari kekerasan seksual. Metode penelitian pustaka kualitatif digunakan. Data yang diperoleh dari jurnal dan artikel ilmiah dijelaskan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan pola, persamaan, dan perbedaan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual adalah tindakan tanpa persetujuan yang berdampak buruk secara fisik dan mental bagi korban. Selain itu, karena struktur sosial, kekuasaan, dan ketimpangan gender, kekerasan seksual sering terjadi di lingkungan kampus.Salah satu masalah utama yang menghambat pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi adalah infrastruktur yang buruk, budaya kampus yang cenderung menyalahkan korban dan membungkam kasus, dan kurangnya pemahaman siswa dan pendidik tentang jenis dan konsekuensi kekerasan seksual. Untuk mengatasi masalah ini, institusi dapat memperkuat kebijakan dan komitmennya, memperbaiki fasilitas dan keamanan kampus, menyediakan sistem pelaporan yang aman, dan mempromosikan pendidikan dan sosialisasi yang berkelanjutan. Diperkirakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan seksual dapat tercipta melalui tindakan yang terencana dan kerja sama semua pihak.
References
Ain, N., Mahmudah, A. F., Susanto, A. M. P., & Fauzi, I. (2022). Analisis Diagnostik Fenomena Kekerasan Seksual Di Sekolah. Pendidikan Dasar Dan Keguruan, 7(2).
Bagenda, C., Quintarti, M. A. L., Ayu, H., Edwin, & Budianto, H. (2024). Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual (Protection for Victims of Sexual Violence). Jurnal Kolaboratif Sains, 7(9). https://doi.org/10.56338/jks.v7i9.6099
Dwiputra, N. A., & Handayani, S. S. (2025). Pengaruh Budaya Kampus, Fasilitas Belajar, Dan Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Depok. Neraca Akuntansi Manajemen, Ekonomi, 21(8).
Isnawati. (2026). Upaya Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas (Studi Peraturan Menteri Kependidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi). Locus Journal of Academic Literature Review, 5(1), 150–160.
Khairani, L., & Masitah, W. (2024). Mewujudkan Perguruan Tinggi Bebas dari Pelecehan dan Kekerasan Seksual. Abdi Saha: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 66–78.
Kurniati Asri, W., Mannahali, M., Azizah, L., & Novia, L. (2023). Edukasi Bersama: Membentuk Lingkungan Kampus Bebas Dari Kekerasan Seksual. Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(6), 1490–1499. https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/268
Saka, B. G. S., Pakiding, A., Rubianus, R., & Silka. (2022). Identifikasi Pemahaman Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Besaran Dan Satuan Di Sma 4 Toraja Utara. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 6(2), 237–243. https://doi.org/10.37478/optika.v6i2.2231
Wartoyo, F. X., & Ginting, Y. P. (2023). Kekerasan Seksual Pada Lingkungan Perguruan Tinggi Ditinjau Dari Nilai Pancasila. Jurnal Lemhannas RI, 11(1), 29–46.







