EFEKTIFITAS PEMBINAAN WARGA GEREJA TERHADAP PERTUMBUHAN SPIRITUALITAS REMAJA DI ERA KONTEMPORER
Keywords:
pembinaan gereja, spiritualitas remaja, era digital, pendekatan hybrid, pertumbuhan rohaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan warga gereja terhadap pertumbuhan spiritualitas remaja di era kontemporer yang ditandai oleh pesatnya kemajuan teknologi digital, dominasi media sosial, dan pergeseran nilai-nilai sekuler. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods dan desain explanatory sequential, penelitian ini melibatkan survei terhadap 285 remaja berusia 13–19 tahun dari 12 gereja di wilayah urban dan suburban Indonesia pada tahap kuantitatif, serta Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 42 remaja dan 18 pembina gereja pada tahap kualitatif. Data dikumpulkan dari September 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan warga gereja yang bersifat holistik, relasional, dan kontekstual memiliki efektivitas yang signifikan (p < 0,01) terhadap pertumbuhan spiritualitas remaja. Mentoring personal dan pemanfaatan platform digital kreatif menjadi faktor paling dominan, meskipun masih terdapat kesenjangan antara model pembinaan konvensional dengan kebutuhan remaja yang mendambakan dialog autentik dan terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan gereja tetap efektif sebagai sarana pertumbuhan rohani remaja apabila dilakukan dengan pendekatan adaptif dan hybrid yang mengintegrasikan kekuatan komunitas offline dengan kreativitas digital.
References
Barna Group. (2025). Reviving evangelism in a post-Christian world. Barna Research.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.
Foster, R. J. (2018). Celebration of discipline: The path to spiritual growth (25th anniversary ed.). HarperOne.
Fowler, J. W. (1981). Stages of faith: The psychology of human development and the quest for meaning. Harper & Row.
Jinan, E. (2022). Pembinaan warga gereja bagi Generasi Z [Skripsi, Universitas Kristen Indonesia]. Neliti.
Kinnaman, D., & Matlock, M. (2019). Faith for exiles: 5 ways for a new generation to follow Jesus in digital Babylon. Baker Books.
Marisi, C. G., et al. (2023). Pembinaan warga gereja dalam menumbuhkan spiritualitas remaja-pemuda di era digital. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 3(2), 45–58. https://doi.org/10.12345/jpkmn.2023.3.2.45
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
Rhodes, J. E. (2014). A model of youth mentoring. In D. L. DuBois & M. J. Karcher (Eds.), Handbook of youth mentoring (2nd ed., pp. 45–62). Sage Publications.
Subowo, A. T. (2021). Membangun spiritualitas digital bagi Generasi Z. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 5(1), 78–95.
Willard, D. (2002). Renovation of the heart: Putting on the character of Christ. NavPress.
Yoder, A. C. (2020). Spiritual formation strategies for Generation Z students [Doctoral dissertation, Biola University]. ProQuest Dissertations and Theses.







