SAFE TEEN ( SEX AWARENESS FOR EVERYONE ): STRATEGI EDUKASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS DAN DAMPAKNYA
Abstract
Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan konsekuensi hukum yang berkaitan dengan seks bebas. Perilaku seks bebas dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), gangguan kesehatan mental, serta permasalahan hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya seks bebas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi SAFE Teen (Sex Awareness For Everyone) melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dari perspektif kesehatan fisik, mental, dan hukum. Kegiatan menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2026 di SMK Gantra Kota Bandung dengan jumlah responden sebanyak 73 siswa. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian edukasi melalui media leaflet SAFE Teen. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden meningkat dari 62,14 ± 8,52 pada pretest menjadi 85,67 ± 6,31 pada posttest. Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Peningkatan pengetahuan terjadi pada aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, dan pemahaman mengenai konsekuensi hukum yang berkaitan dengan perilaku seks bebas. Edukasi SAFE Teen (Sex Awareness For Everyone) melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dari perspektif kesehatan fisik, mental, dan hukum. Program edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.
References
Amalia, S., Safitri, Y. R., & Aslina, W. I. (2025). Hubungan Jenis Kelamin dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 12(1), 80–90. https://doi.org/10.55500/jikr.v12i1.263
Djunaidi, S. M., Rasyad, A., & Aisyah, E. N. (2025). Tantangan Orang Tua dalam Penerapan Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Systematic Literature Review. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(1), 375–383. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i1.1038
Idris, F. P., Asrina, A., & Amir, H. (2025). Edukasi Pencegahan Perilaku Seksual Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Parangloe Gowa. Idea Pengabdian Masyarakat, 5(02), 174–181. https://doi.org/10.53690/ipm.v5i02.373
Kartika, F. A., Yuniarrahmah, E., & Mayangsari, M. D. (2025). Pengaruh Pendidikan Seks di Sekolah terhadap Perilaku Seksual Remaja di MTsN X Barito Timur dan SMAN X Dusun Tengah. Jurnal Kognisia, 6(1), 17. https://doi.org/10.20527/kognisia.2023.04.003
Nurhilsa, S., Haryanti, D., Mariana, S., & Ningsih, N. K. (2025). Hubungan Media Sosial dan Pengetahuan Remaja Putri dengan Seks Pranikah dalam Pencegahan Pernikahan Dini. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 14(2), 228–233. https://doi.org/10.36565/jab.v14i2.883
Pradja, D. A. A., Ratnasari, F., Sulistyaningrum, H., & Sari, D. N. (2025). Pengaruh Paparan Pornografi Terhadap Perilaku Seksual Berisiko Remaja di Indonesia Kajian: Literature Review. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 15(2), 117–128. https://doi.org/10.52643/jbik.v15i2.6170
PUTRI, A. D., YORITA, E., SAVITRI, W., BURHAN, R., & YANNIARTI, S. (2025). PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH. Journal of Nursing and Public Health, 13(1), 245–252. https://doi.org/10.37676/jnph.v13i1.8502
Sari, D., Rahmaniah, S. E., Yuliono, A., Alamri, A. R., Utami, S., Andraeni, V., & Wati, R. (2023). Edukasi dan upaya pencegahan kekerasan seksual pada remaja. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(1), 48–59. https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i1.19818
Sholikhah, A. U. (2023). Sek Edukasi Dalam Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Remaja. EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI), 6(2), 1074–1080. https://doi.org/10.33627/es.v6i2.1558
Simanjuntak, R. E. M. M. Br., Pulungan, V., Wilma, W., Pastuty, R., & Wuryandari, A. G. (2026). Pengaruh Media Video Animasi terhadap Pengetahuan Remaja tentang Perilaku Seks Beresiko di SMA Negeri 10 Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 15(1), 45–52. https://doi.org/10.36565/jab.v15i1.994
Sindy Valencia Angelica, Indah Purnamasari, Chentia Misse Issabella, & Zesika Intan Navelia. (2026). Hubungan Pengetahuan Alat Kontrasepsi Sederhana Dengan Sikap Seks Pranikah Pada Remaja SMA Negeri 1 Nanga Pinoh. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 2511–2518. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.425
Siti Kartika, Eka Fitri Amir, & Septi Maisyaroh Ulina Panggabean. (2024). Efektifitas Video Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Seks Dan Sikap Remaja Tentang Perilaku Seksual Menyimpang. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 8(1), 176–184. https://doi.org/10.54100/bemj.v8i1.270
Subiyatin, A. (2025). PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA DI BOGOR, JAWA BARAT. Jurnal Ilmiah Bidan, 9(1), 22–30. https://doi.org/10.61720/jib.v9i1.535
Wiwik Ratnasari, Dera Alfiyanti, Amin Samiasih, & Maryam. (2025). Efektivitas pendidikan seks melalui website terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penyimpangan seksual remaja. Journal of Nursing, 1(2), 77–85. https://doi.org/10.63425/journalofnursing.v1i2.53







