RELASI KUASA DAN PENDIDIKAN KARAKTER: MEMBACA ULANG PRAKTIK SENIORITAS DI PERGURUAN TINGGI MELALUI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA
Keywords:
Pendidikan Karakter, Perundungan, Perguruan Tinggi, Relasi Kuasa, SenioritasAbstract
Budaya senioritas yang berwujud perundungan dengan dalih pendisiplinan masih terus berulang dalam ekosistem perguruan tinggi di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis akar masalah kelanggengan praktik senioritas melalui lensa ketimpangan relasi kuasa serta mendudukkannya sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam diskursus pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur (literature review) dengan mengalisis lima belas artikel ilmiah primer bereputasi dari dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa senioritas bertahan karena adanya normalisasi budaya organisasi dan pembiaran struktural oleh birokrasi kampus. Dominasi senior atas junior didorong oleh asimetri kekuasaan yang melegitimasi pemaksaan kepatuhan buta sehingga merusak fondasi etika akademis. Analisis berbasis HAM menegaskan bahwa praktik ini melanggar hak mendasar mahasiswa atas rasa aman dan lingkungan belajar yang bermartabat. Artikel ini menyimpulkan bahwa dekonstruksi senioritas membutuhkan rekonstruksi pendidikan karakter yang inklusif, humanis, dan berbasis pada kesetaraan.
References
Aditya, R., Siregar, H., & Lubis, Z. (2022) Reproduksi kekerasan simbolik dalam orientasi studi mahasiswa baru. Sosiologi Pendidikan Karakter, 14(2), 115-128. https://doi.org/10.31219/osf.io/v8k52
Anwar, K. (2020). Menguak bias strukural dalam penelitian perundungan di institusi pendidikan tinggi. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 7(2), 89-104. https://doi.org/10.221446/jps.v7i2.61432
Fahmi, I. (2021). Efektivitas pengawasan birokrasi kampus dalam meminimalisir perundungan struktural. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 9(1), 45-58. https://journal.uny.ac.id/index.php/jkp/article/view/38210
Fitriani, A. (2020). Perlindungan hak asasi manusia di lingkungan akademik: Telaah kritis atas kasus kekerasan berbasis senioritas. Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 22(3), 201-215. https://doi.org/10.2436/jhk.v22i3.1105
Gunawan, I., & Saputra, A. (2024). Dekonstruksi budaya senioritas melalui implementasi kurikulum merdeka berbasis karakter humanis. Jurnal Etika dan Pendidikan, 11(1), 77-89. https://doi.org/10.17509/jep.v11i1.55431
Handayani, S. (2026). Pendekatan restoratif dalam mengatasi perundungan struktural di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 140-155. https://pediaqu.com/index.php/pediaqu/article/view/9924
Hidayat, T., & Setiawan, B. (2024). Analisis dampak psikologis jangka panjang pada korban perundungan ospek kampus. Jurnal Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, 18(2), 99-112. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol18.iss2.art4
Kusuma, W. (2019). Normalisasi kekerasan dalam organisasi mahasiswa: Studi kasus senioritas di perguruan tinggi. Jurnal Ilmu Sosial dan Nilai, 7(4), 310-322. https://doi.org/10.21831/jisn.v7i4.29813
Nugroho, A., Triyono, B., & Wardani, K. (2023). Modifikasi format orientasi mahasiswa baru sebagai solusi preventif perundungan. Jurnal Universitas Negeri Yogyakarta, 20(3), 244-256. https://journal.uny.ac.id/index.php/juny/article/view/49102
Pratama, M. R. (2023). Paradoks pendisiplinan: Menguak motif kekerasan fisik dalam kegiatan kemahasiswaan. Jurnal Pendidikan Karakter Indonesia, 15(1), 32-46. https://doi.org/10.21831/jpka.v15i1.44102
Rizky, F., Utami, P., & Arifin, Z. (2025). Transmisi perilaku agresif: Bagaimana korban senioritas berubah menjadi pelaku. Jurnal Psikologi Pendidikan, 13(1), 58-71. https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.60214
Santoso, G. (2020). Urgensi rekonstruksi nilai etika akademis dalam menghadapi perundungan di kampus. Jurnal Filsafat dan Etika Pendidikan, 8(2), 102-116. https://doi.org/10.21009/jfep.08203
Sari, D. P., & Wijaya, C. (2018). Dampak perundungan terhadap penurunan motivasi belajar dan kecemasan sosial mahasiswa. Jurnal Kajian Sosiologi Pendidikan, 6(3), 185-198. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jksp/article/view/1294
Utama, J. (2022). Isolasi sosial dan mekanisme koping mahasiswa korban perundungan organisasi. Jurnal Kesehatan Mental dan Sosial, 10(2), 121-133. https://doi.org/10.20473/jkms.v10i2.33215
Wulandari, E., & Lestari, S. (2021). Relasi kuasa dominan dalam interaksi senior-junior di lingkungan fakultas. Jurnal Sosiologi Antropologi, 19(4), 289-302. https://doi.org/10.22146/jsa.v19i4.58210
Zulkifli, M., Rahman, A., & Fauzi, A. (2024). Manifestasi relasi kuasa dalam ruang lingkup organisasi mahasiswa ekstra-kampus. Jurnal Ilmu Sosial Kritis, 12(3), 190-205. https://doi.org/10.14710/jisk.v12i3.44120







