PROSPEK KARIER LULUSAN PERBANKAN SYARIAH DI SEKTOR NON-BANK: ANALISIS LOWONGAN KERJA DI FINTECH, ASURANSI SYARIAH, DAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH

Authors

  • Roni Hidayat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Pelangi Nabila UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Zahroh Fitri Mumtazah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Rafly Aditya Ramadhan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

prospek karier, lulusan perbankan syariah, keuangan syariah non-bank, teknologi keuangan syariah, asuransi syariah, lembaga keuangan mikro syariah, kompetensi kerja, lowongan pekerjaan.

Abstract

Perkembangan sistem keuangan syariah di Indonesia saat ini tidak hanya berfokus pada perbankan syariah saja, tetapi telah merambah ke sektor non-bank (Konvesional) seperti fintech syariah, asuransi syariah dan Lembaga keuangan mikro syariah. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis peluag karier khususnya bagi lulusan perbankan syariah pada sektor non-bank tersebut melalui kajian terhadap profil lowongan pekerjaan, meliputi jenis posisi pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta kualifikasi Pendidikan yang dipersyaratkan dalam periode tertentu. Jurnal menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap berbagai lowongan kerja yang dari segala platform rekrutmen, situs resmi perusahaan dan media informasi lowongan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan perbankan syariah memiliki peluang kerja yang cukup luas di sektor keuangan syariah non-bank. Di bidang teknologi keuangan syariah, lulusan dapat bekerja sebagai analis pembiayaan digital dan staf kepatuhan syariah. Pada asuransi syariah, peluang kerja tersedia sebagai tenaga pemasaran, penilai risiko, dan petugas layanan nasabah. Sementara itu, di lembaga keuangan mikro syariah, lulusan dapat menjadi analis pembiayaan, pengelola pembiayaan usaha kecil, serta staf kepatuhan syariah. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja dengan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, terutama dalam bidang teknologi digital, manajemen risiko, dan pemahaman produk syariah yang lebih spesifik. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum dan pelatihan agar lulusan perbankan syariah lebih siap menghadapi persaingan kerja di sektor non-bank syariah.

References

Badan Pusat Statistik. (2023). Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Jakarta: BPS.

Kaban, M. B., & Rialdy, N. (2026). The Gap Between Educational Output and Industrial Competency Needs. International Journal of Global Accounting Management (IJGAM).

Khoiruddin, M. A., et al. (2024). Exploring Determinants of Education-Job Mismatch. Jurnal Ekonomi Pembangunan.

Kontan. (2026). Aset industri keuangan syariah mencapai Rp3.131 triliun pada 2025.

Prayudhani, O. (2020). Peta Ketidaksesuaian Kualifikasi Sektoral di Indonesia. Jurnal Ketenagakerjaan.

Syafriani, V. (2025). URGENSI ANALISIS PEKERJAAN PADA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA PENDIDIKAN. Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), 6(1), 267–274.

Ikmal, M. F., Sakinah, N., Nuril Jannah, F., Nury Mawaddah, N., & Hidayati, A. N. (2026). Fintech Syariah Dalam Ekonomi Islam : Inovasi, Regulasi dan Impelementasi. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 3(3), 182–196.

Andrews, J., & Higson, H. (2008). Graduate employability, “soft skills” versus “hard”

Downloads

Published

2026-07-06

How to Cite

Roni Hidayat, Pelangi Nabila, Zahroh Fitri Mumtazah, & Rafly Aditya Ramadhan. (2026). PROSPEK KARIER LULUSAN PERBANKAN SYARIAH DI SEKTOR NON-BANK: ANALISIS LOWONGAN KERJA DI FINTECH, ASURANSI SYARIAH, DAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(3), 2980–2990. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4714