ANALISIS PENGGUNAAN INSTRUMEN TES DAN NON TES DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR: STUDI DESKRIPTIF PADA MATERI MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

Authors

  • Alissa Nur Fadillah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Alya Rahmawati Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Audya Afta Yuditri Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Ayudya Pusppitarini Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Windi Putri Sakinah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Keywords:

Instrumen Tes; Instrumen Non Tes; Evaluasi Pembelajaran; IPAS Sekolah Dasar

Abstract

Evaluasi pembelajaran yang komprehensif memerlukan pendekatan penilaian multi-instrumen yang mampu mengukur capaian siswa secara holistik, mencakup dimensi kognitif maupun afektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penggunaan instrumen tes dan non tes dalam evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa Kelas III (Fase B) SD Negeri Susukan 06 Pagi, Ciracas, Jakarta Timur, pada materi "Makhluk Hidup dan Lingkungannya". Penelitian menggunakan pendekatan studi deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 20 siswa. Instrumen tes berupa 20 butir soal pilihan ganda yang disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka mencakup tingkatan Taksonomi Bloom C1 hingga C5, sementara instrumen non tes berupa angket checklist skala Likert yang mengukur sikap, minat, motivasi, dan respons siswa terhadap pembelajaran. Hasil instrumen tes menunjukkan nilai berkisar antara 65 hingga 100, dengan analisis indeks kesukaran menghasilkan 10 soal berkategori mudah dan 10 soal berkategori sedang, tanpa soal berkategori sulit. Hasil instrumen non tes menunjukkan rata-rata skor 31,4 dari skor maksimum 40 (78,5%), dengan distribusi 20% siswa berkategori Sangat Baik, 55% Baik, 15% Cukup, dan 10% Perlu Bimbingan. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa penggunaan instrumen evaluasi ganda secara simultan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang perkembangan belajar siswa, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek pembelajaran yang masih memerlukan penguatan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan praktik evaluasi holistik yang selaras dengan prinsip asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka.

References

Aditiyawarman, I. (2010). Sejarah Perkembangan Gerakan Kesehatan Mental. Komunika: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 4(1)

Almond, G. A., & Verba, S. (1989). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Newbury Park, CA: Sage Publications.

Apriyani, R dkk. (2021). Force Majeure in Law. Yogyakarta: Zahir Publishing.

Berger, P. L. (1976). The Sacred Canopy. New York: Anchor Books.

Braidwood, R., & Twenge, J. M. (2020). Generational differences in mental health views: From Baby Boomers to Generation Z. Journal of Social and Clinical Psychology, 39(4), 285-301.

Budiman, A. (2022). Evolusi Persepsi Masyarakat terhadap Kesehatan Mental: Studi Komparatif Lintas Generasi. Jurnal Psikologi Sosial dan Klinis Indonesia, 14(2), 112-125.

Cambridge: Polity Press.

Chang, C., & Yu, L. (2021). The digital bridge: Combining phone and text-based interviews in multi-generational qualitative research. Qualitative Research Journal, 21(3), 312-326. (Referensi untuk melegitimasi gabungan metode telepon dan chat).

Danial, E., & Wasriah, W. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara.

Fukuyama, F. (2011). The origins of political order: From prehuman times to the French Revolution.

Hadjam, M. (2011, May). Perubahan Nilai Dan Kesehatan Mental. In Makalah Seminar.

Hamid, A., & Taslim, V. H. (2024). Perbedaan Tingkat Stres Pada Generasi X dan Generasi Z Kota Ternate. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(1)

Held, D., & McGrew, A. (2007). Globalization/anti-globalization: Beyond the great divide (2nd ed.).

Hidayati dkk. (2026). Sosiopsikologi Bahasa Kontemporer: Dinamika Pikiran, Identitas, dan Interaksi dalam Masyarakat Multibahasa. Jombang: Pena Langit Publishing.

Holsti, K. J. (2004). Taming the sovereigns: Institutional change in international politics. Cambridge: Cambridge University Press.

Jorm AF, (2000). Public Knowledge and beliefs about mental disorders. Br J psychiatr. Mental Health Literacy

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Keohane, R. O., & Nye, J. S. (2012). Power and interdependence (4th ed.). New York: Longman. Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. New York: Public Affairs. Scholte, J. A. (2005). Globalization: A critical introduction (2nd ed.). New York: Palgrave

Macmillan.

Mudjiyanto, B., Yanuar, F., & Lusianawati, H. (2025). Antropomorfisme Digital dan Memudarnya Dukungan Emosional: Analisis Kehampaan Sosial Gen Z di Era Digital. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(03), 926-940.

New York: Farrar, Straus and Giroux.

Novianti, Anita, Hadjam, M. Noor Rochman. (2017). Literasi Kesehatan Mental dan Sikap Komunitas sebagai Prediktor Pencarian Pertolongan Formal. Jurnal Psikologi, 44 (1)

Purwanto, M. N. (2021). Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran. PT Remaja Rosdakarya.

Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan mental masyarakat Indonesia (pengetahuan, dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2)

Putrikita, K. A., Asih, D. R., & Budiyani, K. (2021). Optimisme Dan Coping Stress Pada Generasi Milenial. Mempersiapkan Generasi Digital Yang Berwatak Sociopreneur: Kreatif, Inisiatif, dan Peduli di Era Society 5.0.

Rasyid, Abdul dkk. (2025). Filsafat Ilmu: Dari Hati Membangun Akal Budi, Jakarta Timur: Prenada

Rather, A. M. (2023). Mental health across generations: Shifting paradigms from Baby Boomers to Gen Z. International Journal of Social Psychiatry, 69(2)

Santoso, M. B. (2016). Kesehatan mental dalam perspektif pekerjaan sosial. Share: Social Work Journal, 6(1)

Sudjana, N. (2019). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.

Suryono, A. (2019). Globalisasi politik dan tantangan kedaulatan negara berkembang. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 23(1), 45–60.

Suyanto, Bagong., & Sutinah. (2015). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, Edisi Ketiga. Jakarta Timur: Kencana.

Tarmidi, L. T. (1999). Krisis moneter Indonesia: Sebab, dampak, peran IMF dan saran. Bulletin of Monetary Economics and Banking, 1(4)

Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Wardani, S. K., & Prasetyo, A. (2021). Konstruksi Sosial Kesehatan Mental: Studi Komparatif Mahasiswa Generasi X dan Generasi Z di Indonesia. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(1)

Widoyoko, E. P. (2020). Evaluasi program pembelajaran: Panduan praktis bagi pendidik dan calon pendidik. Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-07-10

How to Cite

Alissa Nur Fadillah, Alya Rahmawati, Audya Afta Yuditri, Ayudya Pusppitarini, & Windi Putri Sakinah. (2026). ANALISIS PENGGUNAAN INSTRUMEN TES DAN NON TES DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR: STUDI DESKRIPTIF PADA MATERI MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(3), 3375–3388. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4754