KOMUNIKASI EDUKATIF PERSPEKTIF QURAN SURAH AN-NAHL AYAT 125 SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAM ISLAM ( KAJIAN TAFSIR)
Keywords:
Komunikasi Edukatif, PAIAbstract
Kajian Tafsir Penelitian ini membahas komunikasi edukatif dalam perspektif QS. An-Nahl ayat 125 sebagai strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji kandungan nilai-nilai komunikasi edukatif yang terkandung dalam ayat tersebut menurut para mufasir klasik dan kontemporer, serta merumuskan aplikasinya dalam strategi pembelajaran guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), mengkaji sumber primer berupa kitab tafsir seperti Tafsir al-Thabari, Tafsir alKabir, dan Tafsir al-Misbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. AnNahl:125 memuat tiga pendekatan komunikasi edukatif: hikmah (kebijaksanaan), mau‘izhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah billati hiya ahsan (dialog yang terbaik). Ketiganya memberikan dasar filosofis dan praktis dalam membangun pembelajaran PAI yang komunikatif, humanis, dan transformatif. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip pedagogi Islam yang menekankan etika, keteladanan, dan penghargaan terhadap perbedaan peserta didik. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi guru, pendidik, dan calon pendidik dalam mengembangkan model pembelajaran PAI yang relevan dengan tantangan pendidikan modern berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
References
Abidin, A. M. (2021). Pendidikan moral dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Jurnal Paris Langkis, 2(1), 57–67.
Alqudsi, Z., Darsinah, D., & Wafroturrahmah, W. (2023). Internalisasi Nilai-nilai Islami dalam Penguatan Karakter Religius dan Komunikatif BDI Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Surakarta. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 4(3), 355–365.
Anwar, S., & Noh, M. A. C. (2022). Evaluasi Pendidikan Menuju Insan Kamil Perspektif Filsafat Islam. Jurnal Pendidikan Nusantara, 1(1), 62–76.
Asmani, J. M. M. (2016). Tips Efektif Cooperative Learning: Pembelajaran Aktif, Kreatif, dan Tidak Membosankan. Diva Press.
Hamid, A. (2017). Guru profesional. Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan, 17(2), 274–285.
Mahfudah, S. N., & Fitriyah, Z. (2025). Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 150–164.
Marzuki, M., & Khanifah, S. (2016). Pendidikan ideal perspektif Tagore dan Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 13(2), 172–181.
Rahma, F., Zain, A., Mustain, Z., & Rokim, R. (2024). Penguatan nilai-nilai spiritual dan moralitas di era digital melalui pendidikan agama Islam. JEMARI (Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah), 6(2), 94–103.
Ritonga, N. A. (2020). Peran Kepala Sekolah dalam Menciptakan Iklim Kerja yang Kondusif di SD IT Ummi Aida Medan. Continuous Education: Journal of Science and Research, 1(1), 43–55.
Setiawan, A. (2017). Peran Guru Menurut Perspektif Ki Hadjar Dewantara (Bachelor's thesis, Perpustakaan Ilmu Tarbiyah dan Keguruan).







