PEMAHAMAN DAN PENGHAYATAN SLAMETAN BAGI PARSEDHEREKHAN JAWI KATOLIK (PASJAKAT) PEMATANGSIANTAR
Keywords:
Slametan, Jawa, budaya, PasjakatAbstract
Slametan adalah versi Jawa merupakan ritual keagamaan paling umum di dunia, pesta komunal dan slametan melambangkan kesatuan mistik dan sosial dari mereka yang berpartisipasi di dalamnya. Tujuan slametan bukan untuk mencari kesenangan, kekayaan finansial, kesehatan terbaik, tetapi hanya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, tidak ada yang akan membuat seseorang tidak sehat secara fisik atau mental, tidak menjadi sakit atau sedih karena hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman Pasjakat tentang ritual slametan dari kelahiran sampai kematian, (2) menggambarkan proses tebentuknya pemahaman Pasjakat tentang slametan dari kelahiran sampai kematian, dan (3) mendeskripsikan penghayatan Pasjakat mengenai ritual slametan dari kelahiran sampai kematian. Banyak literatur yang membahas perihal ritus slametan yang di laksanakan di daerah Jawa. Melalui penelitian ini, penulis ingin melihat bagaimana pemahaman dan penghayatan Pasjakat atas ritual slametan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) pemahaman Pasjakat mengenai slametan dari kelahiran sampai kematian sudah dapat dikatakan kategori mengerti apa itu arti slametan walaupun mereka sudah tinggal di Pematangsiantar (2) bahwa terbentuknya pemahaman mereka tentang slametan dari kelahiran hingga kematian didapat dari orang tua atau warisan dari keluarga, dan (3) mereka masih melakukan slametan walaupun sudah berada di Pematangsiantar.
References
Ahmad Hakam. Communal Feast Slametan: Belief System, Ritual, and the Ideal of Javanese Society. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies. Vol. 1, No. 1, Januari 2017.
Beatty, Andrew. Varieties of Javanese Religion: An Anthropological Account. Cambridge: Cambridge University Press, 2004.
Fatkur Rohman Nur Awalin. Slametan: Perkembangannya dalam Masyarakat Islam-Jawa di Era Mileneal. Jurnal IKADBUDI Volume 7, Agustus 2018.
Ferry Y Mamahit. Abangan Muslims, Javanese Worldview, and Muslim-Christian Relations in Indonesia. Transformation: An International Journal of Holistic Mission Studies. Vol. 38 Issue 1, January 2021.
Geerzt, Cliffort. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya, 1981.
http://eprints.uny.ac.id/5091/1/Sinkritisme_dan_Simbolisasi.pdf, diakses pada tanggal 10 Agustus 2022.
Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka, 1984.
Maryse Kruithof. The Acceptance of New Religions on Java in the Nineteenth Century and the Emergence of Various Muslim and Christian Currents. Kawalu: Journal of Local Culture Vol 1, No. 1 (January-June), 2014.
Mulder, Niels. Mistisisme Jawa: Ideologi di Indonesia. Judul asli: Mysticism in Java: Ideology in Indonesia. Diterjemahkan oleh Noor Cholish. Yogyakatya: LKiS Yogyakarta, 2001.
Nicolaus Heru Andrianto, Perantau Jawa Katolik di Pematangsiantar, dalam https://www.hidupkatolik.com/2018/01/18/17259/perantau-jawa-katolik-di-pematangsiantar.php, diakses 1 September 2022.
Nurdien H. Kistanto. The Javanese Slametan as Practiced as Tradition and Identity. International Journal of Humanities and Social Science. Vol. 6, No. 11, November 2016.
Raga Maran, Rafael. Manusia & Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.
Sastro Utomo, Sutrisno. Upacara Daur Hidup Adat Jawa. Semarang: Efhar dan Dahana Prize, 2005.
Snijders, Adelbert. Antropologi Filsafat, Manusia Paradoks dan Seruan. Yogyakarta: Kanisius, 2004.
Sukino, P. Slametan: Suatu Uraian Filosofis Atas Dimensi Komunitas Religius dalam Upacara Slametan. Pematangsiantar: Fakultas Filsafat Universitas Katolik St. Thomas Sumatera Utara, 1998.







