ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT HELVETIA TENGAH
Keywords:
Campur Kode, Alih Kode, LinguistikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis dan faktor campur kode yang terjadi pada masyarakat Helvetia Tengah VII dan VIII serta (2) mendeskripsikan jenis dan faktor alih kode yang terjadi pada masyarakat Helvetia Tengah VII dan VIII. Data dalam penilitan ini berdasarkan rekaman percakapan masyarakat di Lingkungan VII dan VIII Helvetia Tengah. Ada pun instrumen penelitian ini menggunakan human instrumen, dimana peneliti menganalisis data berdasarkan teori, data, dan hasil sesuai ketentuan ilmiah. Kemudian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapatkan ialah sebagai berikut; jumlah data jenis campur kode yang terjadi sebanyak 8 data yang diklasifikasikan atas penyisipan unsur berwujud kata, frasa, dan klausa. Kemudian, jumlah data faktor kode yang terjadi sebanyak 8 data yang diklasifikasikan atas latar belakang pada sikap penutur dan kebahasaan. Selanjutnya, jumlah data jenis alih kode yang terjadi sebanyak 13 data yang diklasifikasikan atas internal dan eksternal. Dan terakahir, jumlah data yang terjadi pada faktor alih kode sebanyak 13 data yang diklasifikasikan atas 5 faktor. Dari hasil data yang dihasilkan dapat dirangkum bahwa; jenis campur kode yang terjadi di Lingkungan VII dan VIII Helvetia Tengah terklasifikasi atas peristiwa penyisipan unsur-unsur berwujud kata, dan faktor yang menyebabkan hal itu terjadi dikarenakan ingin memperhalus ungkapan, Pernicious Homonim, dan End pada Bahasa Indonesia ke Bahasa Mandailing, Padang, dan Jawa. Selanjutnya, jenis alih kode yang terjadi di Lingkungan VII dan VIII Helvetia Tengah terklasifikasi atas jenis internal, serta faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode mayoritas, 11 dari 13 data, dikarenakan pembicara atau penutur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis dan faktor campur kode dan alih kode yang terjadi di Lingkungan VII dan VIII Helvetia Tengah dimulai oleh Penutur/Pembicara, dimana biasanya terdapat kata bahasa daerah yang secara sengaja atau tidak disengaja hadir pada percakapan antara penutur dan mitra tutur.
References
Alwasilah. A. Chaedar. 1993. Pengantar Sosiologi Bahasa. Bandung : Angkasa. Costa, Ronaldo Fisda. 2017. “Alih Kode Dan Campur Kode Pada Gelar Wicara Hitam Putih Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Menengah Atas”. Skripsi.Universitas Lampung.
Atmojo, Dhanang Tri. 2013. Alih Kode dan Campur Kode dalam Kelompok Masyarakat Perantau di Desa Kedung Bagong, Sidomakmur Sidodaren, Ngawi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Bogor: Ghalia Indonesia.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinuistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta. Kesuma. Tri Mastoyo. 2007. Pengantar (Metode Penelitian Bahasa.Yogyakarta : Carasvatibooks.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka.
Etnis Sunda dalam Ranah Jual Beli dan Ketetanggaan di Kecamatan Gemuh
Ghofar, Abdul.2016. Alih Kode Bahasa Pada Masyarakat Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang
Kabupaten Kendal. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Khoiriyah, Rizqi Amalia. 2012. Campur kode dan Alih Kode dalam Komik Nodame CantabileBuku #19-24 Karya Tomoko Ninomiya. Diglosia. Volume: 3.
Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia. Kurniawati, Ferdian. 2008. Alih Kode dan Campur Kode Tuturan Pedagang Kredit
Maulia, Isti Jabatul. 2015. Alih Kode dan Campur Kode pada Tuturan Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran Bahasa Arab kelas XI Jurusan Bahasa di SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Prurwekwrto.
Meylinasari, Endah. 2016. Alih Kode Dan Campur Kode Pada Talkshow Bukan Empat Mata Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA. Skripsi. Universitas Lampung
Moeloeng, L. J. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Moleong, J. Lexy, ed. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muharam, Rijal. 2011. Alih Kode, Campur Kode, dan Interferensi yang Terjadi dalam Pembicaraan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Ternate. Edisi Khusus. Volume: 56. Nomor:1.
Mutmainnah, Yulia. 2008. Pemilihan Kode Dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik Pada Masyarakat Jawa di Kota Bontang Kalimantan Timur. Tesis. Universitas Diponegoro.
Nomor:2.
Nugroho, Adi. 2011. Alih Kode dan Campur Kode pada Komunikasi Guru –Siswa di SMA 1 Wonosari Klaten. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Rahardi, R. Kunjana. 2015. Kajian Sosiolinguistik : Ihwal Kode dan Alih Kode.
Rokhman, Fathur. 2000. Sosiolinguistik : Suatu Pendekatan Pembelajaran Bahasa dalam Masyarakat Multikultural. Yogyakarta : Graha Ilmu. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta.
Safitri, Nurdewi. 2011. Alih Kode dan Campur Kode dalam Novel Kembang Jepun karya Remi Sylado dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Bandar Lampung.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisa Bahasa : Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Liguistis. Yogyakarta : Sanata Dharma University Press.
Sumarsono.2013.Sosiolinguistik.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Wisnu Pradanta, Sukmawan. 2012. Pemakaian Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Jawa Di Pasar Elpabes Proliman Balapan Surakarta. Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta.







