PERSEPSI PERILAKU MENYIMPANG BAGI ANAK DI DESA NGUBALAN
Keywords:
Persepsi, Perilaku Menyimpang, Anak, Desa Ngubalan, Faktor Fungsional, Faktor Situasional, Peran Sosial, KualitatifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana masyarakat, khususnya anak-anak di Desa Ngubalan, memaknai perilaku menyimpang, sekaligus membandingkan pandangan tersebut dengan perspektif orang tua dan tokoh komunitas setempat. Fenomena perilaku menyimpang pada anak menuntut pemahaman yang komprehensif dari berbagai sudut pandang demi merumuskan strategi penanganan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap anak-anak, orang tua, dan tokoh masyarakat di Desa Ngubalan, serta observasi partisipatif terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan tersebut. Hasil riset menunjukkan bahwa interpretasi terhadap perilaku menyimpang bersifat berlapis dan beragam, dipengaruhi oleh serangkaian faktor internal dan eksternal. Uniknya, anak-anak, meski secara sadar mengetahui bahwa tindakan seperti berkata kasar, membolos sekolah, mengejek, atau ngelem adalah salah, mereka seringkali termotivasi oleh sensasi kepuasan instan. Mereka mengungkapkan adanya perasaan "puas" saat melampiaskan kemarahan, atau merasakan "kehebatan" dan "kebanggaan karena ditakuti" oleh teman sebaya sebagai hasil dari perilaku tersebut. Temuan ini secara tegas menyoroti peran signifikan faktor fungsional/personal (seperti dorongan emosi dan kebutuhan psikologis akan status atau penerimaan) dan faktor situasional (misalnya pengaruh dan tekanan dari lingkungan pertemanan) dalam membentuk bagaimana mereka mempersepsikan "nilai" dari tindakan menyimpang tersebut, menciptakan sebuah paradoks antara kesadaran moral dan imbalan yang dirasakan.







