INTERAKSI PROSES MARIN DALAM PEMBENTUKAN LAHAN MANGROVE COAST DI KAWASAN HUTAN WISATA BANDAR BAKAU DUMAI
Keywords:
mangrove coast, proses marin, bentuk lahan pesisir, Bandar Bakau DumaiAbstract
Kawasan Bandar Bakau Dumai merupakan wilayah pesisir yang berkembang sebagai mangrove coast, yaitu bentuk lahan yang terbentuk melalui interaksi berbagai proses geomorfologi pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi proses marin dalam pembentukan lahan mangrove coast di kawasan Bandar Bakau Dumai. Penelitian lapangan dilaksanakan pada 13 Desember 2025 dengan metode observasi lapangan, pengukuran kondisi fisik lahan, dan analisis deskriptif geomorfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses marin, terutama pasang surut laut, arus laut, dan gelombang berenergi rendah, berperan dominan dalam pembentukan dan perkembangan mangrove coast di kawasan penelitian. Proses tersebut memungkinkan terjadinya akumulasi sedimen halus yang selanjutnya distabilkan oleh sistem perakaran vegetasi mangrove. Selain itu, terdapat pengaruh sedimentasi fluvial yang memperkuat proses pembentukan lahan. Interaksi antara proses marin, fluvial, dan biogenik menghasilkan lahan pesisir berlumpur yang mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove. Dengan demikian, mangrove coast di kawasan Bandar Bakau Dumai diklasifikasikan sebagai bentuk lahan pesisir yang didominasi oleh proses marin.







