PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN HALUSINASI KOMBINASI ART THERAPY DENGAN MENGGAMBAR BEBAS PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG GATOTKACA RSJD dr.ARIF ZAINUDIN SURAKARTA
Abstract
Halusinasi sering dialami oleh pasien skizofrenia yang dapat menyebabkan
perilaku kekerasan dan resiko bunuh diri jika tidak ditangani secara langsung dapat
menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti menyuruh membunuh
dirinya sendiri, melukai orang lain atau merusak lingkungan. Penulisan artikel ini
bertujuan untuk menerapkan standar asuhan keperawatan halusinasi kombinasi art
therapy untuk meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi dan menurunkan
tanda gejala halusinasi. Jenis penelitian ini dalam bentuk studi kasus berupa pendekatan deskriptif.
Sebanyak satu pasien diberikan implementasi standar asuhan keperawatan
halusinasi kombinasi dengan art therapy menggambar bebas. Implementasi standar
asuhan keperawatan halusinasi diberikan sebelum pemberian art therapy serta
dilakukan pre dan post pengukuran tanda gejala. Penerapan dilaksanakan di ruang
gatotkaca RSJD dr.Arif Zainudin selama 4 hari. Instrument yang digunakan adalah
lembar observasi checklist tanda gejala dan checklist kemampuan pasien dalam
menggambar. Sebelum diberikan implementasi standar asuhan keperawatan halusinasi dan art therapy didapatkan 9 (64%) tanda gejala dan setelah diberikan terapi selama 4 hari
hasil evaluasi pada hari ke 4 tidak terdapat tanda gejala serta terjadi penurunan
durasi, waktu, frekuensi, respon dan usaha yang dilakukan ketika halusinasi
muncul. Hasil evaluasi kemampuan pasien sebelum dilakukan penerapan art
therapy menggambar bebas didapatkan pasien mampu menjawab 4 (44%) setelah
diberikan intervensi kemampuan pasien meningkat pasien mampu menjawab 9
(100%). Intervensi tambahan dapat dijadikan acuan maupun intervensi sebagai bahan
pertimbangan terapi non farmakologi karena terbukti dapat menurunkan tanda
gejala halusinasi







