UNGKAPAN RASIAL SEBAGAI BENTUK DEHUMANISASI DARI PERSPEKTIF FILSAFAT MANUSIA MENURUT PAULO FREIRE

Authors

  • Alloysius Wisnu Budi Seto Laksana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Gabriel Kristiawan Suhassatya Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Keywords:

Ungkapan Rasial; Dehumanisasi; Filsafat Manusia; Paulo Freire; Pendidikan Humanis

Abstract

Psikosospen : Jurnal Psikososial dan Pendidikan

https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/

Vol. 2 No. 1 Maret 2026

https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250326030437435

 

 

 

UNGKAPAN RASIAL SEBAGAI BENTUK DEHUMANISASI DARI PERSPEKTIF FILSAFAT MANUSIA MENURUT PAULO FREIRE

 

Alloysius Wisnu Budi Seto Laksana1
1Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala
setoasem@gmail.com

Gabriel Kristiawan Suhassatya2
2Program Studi Magister Manajemen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
gksuhassatya@gmail.com2

 

 

Abstract

This article examines racial expressions in education as a form of human dehumanization from the perspective of Paulo Freire’s philosophy of the human person. The study is grounded in cases of racial slurs experienced by Papuan students in formal educational settings, which reveal structural inequalities and the failure of education as a space for humanization. This research employs a qualitative method with a library research approach, using Paulo Freire’s works, particularly Pedagogy of the Oppressed, as primary sources, supported by relevant literature in philosophy of education and critical pedagogy. Data analysis is conducted through critical interpretation and conceptual synthesis to explore the role of language, reflective consciousness, and power relations in educational practices. The findings indicate that racial expressions function as anti-dialogical actions that undermine human dignity, reinforce oppressor–oppressed relations, and hinder the process of humanization. Therefore, humanistic and dialogical education is essential as a liberative praxis to resist dehumanization and affirm human dignity in education.

Keywords : Racial Expression; Dehumanization; Philosophy Of The Human Person; Paulo Freire; Humanistic Education

Abstrak

Artikel ini membahas ungkapan rasial dalam dunia pendidikan sebagai bentuk dehumanisasi manusia dengan menggunakan perspektif filsafat manusia Paulo Freire. Kajian ini berangkat dari kasus ujaran rasial yang dialami pelajar Papua dalam lingkungan pendidikan formal, yang menunjukkan adanya ketimpangan struktural dan kegagalan pendidikan sebagai ruang pemanusiaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan sumber utama karya-karya Paulo Freire, khususnya Pendidikan Kaum Tertindas, serta literatur pendukung dalam bidang filsafat manusia dan pendidikan kritis. Analisis dilakukan melalui interpretasi kritis dan sintesis konseptual untuk memahami peran bahasa, kesadaran reflektif, dan relasi kuasa dalam praktik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan rasial merupakan tindakan anti-dialog yang mereduksi martabat manusia, meneguhkan relasi penindas–tertindas, dan menghambat proses humanisasi. Oleh karena itu, pendidikan humanis dan dialogis menjadi alternatif penting untuk melawan dehumanisasi dan meneguhkan martabat manusia dalam dunia pendidikan.

Downloads

Published

2026-01-18

How to Cite

Alloysius Wisnu Budi Seto Laksana, & Gabriel Kristiawan Suhassatya. (2026). UNGKAPAN RASIAL SEBAGAI BENTUK DEHUMANISASI DARI PERSPEKTIF FILSAFAT MANUSIA MENURUT PAULO FREIRE. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(1), 396–407. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/3856