ANALISIS PERILAKU CYBER HYGIENE: STRATEGI MELINDUNGI DATA PRIBADI DARI RISIKO KEBOCORAN PINJAMAN ONLINE
Keywords:
Cyber Hygiene, Pinjaman Online, Perlindungan Data Pribadi, Privacy Paradox, Strategi Pertahanan DiriAbstract
Maraknya platform pinjaman online ilegal di Indonesia membawa risiko serius terhadap keamanan data pribadi, mulai dari penambangan data yang agresif hingga teror penagihan. Meskipun risiko ini nyata, terjadi fenomena privacy paradox di mana pengguna tetap bersedia menukar privasi mereka demi akses dana cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku cyber hygiene dan strategi perlindungan data pribadi yang dilakukan pengguna aplikasi pinjaman online dalam menghadapi risiko kebocoran data. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi digital terhadap pengaturan gawai pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prosedural, praktik cyber hygiene pengguna tergolong rendah, yang ditandai dengan perilaku memberikan izin akses penuh (allow all permissions) tanpa membaca kebijakan privasi akibat desakan ekonomi dan pola pikir kelangkaan (scarcity mindset). Namun, pengguna mengembangkan strategi pertahanan diri (coping strategies) yang adaptif. Strategi tersebut meliputi tindakan preventif berupa manipulasi identitas (menggunakan perangkat sekunder, memalsukan nama kontak darurat, dan merekayasa isi galeri foto) serta tindakan represif berupa pemutusan jejak digital (mengganti kartu SIM dan menonaktifkan media sosial) saat menghadapi teror penagihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengguna telah bertransformasi dari objek pasif menjadi subjek aktif yang memanfaatkan celah sistem untuk melindungi diri, meskipun metode yang digunakan cenderung manipulatif.







