ANALISIS FANDOM K-POP SEBAGAI SISTEM SOSIAL REMAJA DALAM PERSPEKTIF STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONS
Keywords:
fandom K-Pop, Talcott ParsonsAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fandom K-Pop sebagai sebuah sistem sosial remaja dengan menggunakan perspektif struktural fungsional Talcott Parsons. Perkembangan fandom K-Pop di era digital tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memengaruhi pola interaksi sosial, solidaritas kelompok, pembentukan identitas, hingga gaya hidup konsumtif di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didukung oleh data kuantitatif sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lima informan yang aktif dalam fandom K-Pop serta penyebaran kuesioner Google Form kepada 60 responden remaja dan mahasiswa penggemar K-Pop. Analisis data dilakukan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dengan pendekatan skema AGIL, yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fandom K-Pop berperan sebagai sistem sosial yang mampu membangun solidaritas, menciptakan integrasi sosial, serta menjadi wadah pembentukan identitas remaja melalui aktivitas kolektif di media digital. Selain itu, fandom juga membantu remaja beradaptasi dengan perkembangan budaya global dan teknologi komunikasi modern. Namun demikian, fandom K-Pop juga menimbulkan dampak disfungsional berupa fanatisme berlebihan, perilaku konsumtif, dan konflik antar fandom di media sosial. Oleh karena itu, fandom K-Pop memiliki dua sisi, yaitu sebagai ruang integrasi sosial sekaligus sumber potensi ketegangan sosial di kalangan remaja pada era digital.







